Coretan

Babah (Ayah)

BAWAKALEM. Pak, mungkin kita jarang bahkan dalam seminggu hampir sama sekali tidak bertemu. Mungkin jika kita bertemu, kita hanya bertegur sapa dan mengobrol sebanyak satu atau dua patah kata. Mungkin kita ga banyak berbicara berdua ataupun menghabiskan waktu bersama.

Tapi bagiku, lebih baik kita tetap bersama meski hanya diam saja, daripada kita berpisah tanpa ada kata.

Pak, Aku rindu. Mengusap dahimu yang panas saat kau terlelap kala kau sedang tidak sehat. Bukan mendoakanmu untuk sakit.

Aku juga rindu, jawaban-jawaban singkatmu setiap kali aku menegurmu. Aku rindu, caramu memperlakukanku, memperhatikan ku dengan tidak memperlihatkannya di depanku.

Pak, Andai aku tau hari ini akan tiba. Aku takan pernah membuatmu terluka Dengan segala kebodohan dan tingkah nakal ku.

Pak, Mungkin aku takan pernah tau apa yang kau rasakan. Namun aku juga seorang pria dewasa, sama sepertimu. Aku bisa merasa dan mengerti, seperti apa menjadimu saat ini.

Pak, Maafkan aku yang selalu sibuk dengan duniaku. Pak, Bolehkah aku menjadimu? Menjadi seperti dirimu?

Pak, Maaf. Aku sering mengecewakanmu. Entah apa yang saat ini sedang kurasa. Maaf aku menulis pesan ini. Aku hanya rindu. Itu saja. kalau itupun tidak boleh, tak apa. Setidaknya, aku harap dengan membaca tulisan ini kau bisa mengerti. Bahwa anakmu masih tetap hidup dan tumbuh.

Pak, tenanglah tenang. Setelah semua yang terjadi, aku tetap menjadikanmu pahlawan tanpa tanda jas-ku. Karena dengan segala diam mu, mengajarkanku. Bahwa aku harus tetap maju.

Penulis:
Syahbani Azhar

Facebook Comments

Terpopuler

To Top