Coretan

Pak… Aku Rindu !

BAWAKALEM. Aku adalah seorang pecundang, berdiri dalam suatu kesalahan yang membekas hingga saat ini.

Penyesalan memang datang lebih lambat yang membuatku seolah menjadi manusia yang sangat kotor, berdosa dan tak berguna. Namun, untung saja Tuhan mempercayaiku, bahwa aku sesungguhnya adalah manusia yang kuat.

Keluargaku adalah kunci mengapa aku masih bisa hidup dalam penyesalan ini. “dasar payah! Mengapa aku tetap saja hidup di dunia ini bersama orang-orang yang mencitaiku.” aku bergumam dalam hati.

Heran saja mengapa diri seburuk ini masih saja orang-orang menyayangiku, Tuhan Maha asik memang. “Sudahlah din, semua orang pastinya memiliki sebuah kesalahan yang membuat menyesal dalam hidupnya, tidak hanya kamu saja, percayalah. Ada ayah disini.” Ujar ayahku.

Kenangan pahit itu selalu terngiang dalam pikirku “aaaarghhhhhh pergi!” sangat pahit, pedih!

Aku selalu teringat dimana ayahku dulu pernah menamparku dengan sangat kencang “plak!!! Plak!!!”

Sakit itu tak seberapa kencang dengan kekecewaan yang dirasa oleh ayahku. Bodoh memang kau Andin! Sudahlah pengatar dariku ketika aku mulai bangkit dari kepedihan, cacian dan cemoohan yang masuk pada otak ini, aku merasa hebat! Hebat karena aku memiliki keluarga, saudara, kerbat dan sahabat yang kuat.

Itu membuatku berfikir dan beranjak untuk bisa membalas atas apa yang mereka berikan. Seribu mimpi kini mulaiku ukir, perlahan kebahagiaanpun muncul, walau yaaa tak seberapa yang telah mereka berikan, terutama kedua orangtuaku. Ya aku tahu akan hal itu, tapi setidaknya ada perubahan, sedikit demi sedikit akan menjadi bukit bukan?

Ini hanya tentang bagaimana aku membangun kembali bongkahan-bongkahan yang runtuh itu, untuk menjadi untuh kembali dan berdiri kokoh sediakala. Walau tak sama persis seperti dulu, setidaknya bisa jauh lebih baik, itu sangat luar biasa.

Jangan lupa bersyukur dan bahagia

Penulis:
Eka Arthia

Facebook Comments

Terpopuler

To Top