Coretan

Daun Sore Hariku

BAWAKALEM. Hijau daun yang melambai-lambai kala sore hari itu, mengindahkan pemandanganku saat bersantai duduk beristirahat dari aktivitas harianku. Sungguh menyejukkan memang, akan tetapi ada satu hal yang lebih menarik perhatianku darinya.

Aku melihat seorang tukang yang sedang menyapu dedaunan yang berserakan di jalanan komplek. Jika boleh aku mengusulkan, “Sudah jangan disapu, kurasa ini indah”, begitulah bisikku.

Bersamaan dengan semilir angin yang menambah kesejukkan, sehelai daun kuning juga kering itu gugur dari pohonnya. Tidak terduga dan ini bukan keinginannya, daun tidak tahu kapan ia akan gugur dan terhempas melayang jatuh ke bumi. Inilah saatnya kebersamaan daun dengan ranting berakhir.

Sekilas tidak ada yang istimewa memang dengan gugurnya daun itu, tapi apa kejadian alam ini sungguh tidak memiliki makna?

Bahkan daun pun sempat bertanya kepada debu yang kini menjadi temannya, “Mengapa aku dijatuhkan?” keluhnya. “Ini titah Sang Maha Kuasa kepada angin dengan lembut, sudahlah” jawab debu. Daun hanya bisa diam dan tidak bisa berkata-kata lagi.

Daun, tidak mengapa.

Lihatlah, karenamu pucuk-pucuk daun indah sebentar lagi akan merekah. Mereka akan indah atas jerih payah dan pengorbananmu untuk jatuh.

Apakah ini yang dinamakan roda perjalanan hidup yang berputar? Daun yang menyaksikan dirinya tak lagi bersama ranting, membuatnya mengerti bahwa inilah takdir yang dulu sudah tercatat rapi di Lauhil Mahfudz.

Daun tidak bisa serta merta menyalahkan angin yang membuat dirinya jatuh, ini adalah takdir Sang Khaliq. “Kullu Syaiin Haalikun Illa Wajhah”, bahwa setiap sesuatu pasti akan musnah kecuali wajahNya, begitulah Tuhan berkata.

Sang Maha Suci dengan indahnya mengatur setiap kejadian yang ada di muka bumi ini, bukan untuk dilewatkan begitu saja. Akan tetapi sebagai rangkaian jalan untuk semakin mendekatkan diri denganNya.

Hal sekecil apapun di dunia ini, Dia tidak pernah terlepas darinya. Dialah Sang Maha Mengetahui.

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

-Surat Al-An’am, Ayat 59-

Mari bermuhasabah.
28:88, 6:59.
Shinda Istian Ruhama

Facebook Comments

Terpopuler

To Top