Coretan

Hakikat Kemenangan

BAWAKALEM. Mari bersama kita renungi, Apa makna kemenangan? Seringkali kita berucap, “Kaulah Pemenangnya”, Tapi, apa sebenarnya kemenangan itu? Dan kenapa kita harus jadi pemenang?

Apakah karena lawan kata kemenangan itu adalah kekalahan? Atau jika kita tidak menjadi pemenang maka akan menyandang gelar pecundang?

Secara pengertian, kemenangan berasal dari kata menang artinya mampu mengalahkan, unggul, lulus, ataupun hasil yang diperoleh dengan perjuangan yang berat.

Memang, kemenangan diraih setelah persaingan keras. Bahkan diekspresikan dengan gestur yang penuh energi meskipun sedang mengalami kelelahan.

Lantas muncul pertanyaan, apakah kemenangan hanyalah sebuah seremonial belaka?

Kawan, sejatinya kemenangan adalah hal yang harus diraih setiap insan. Kemenangan adalah sebuah fitrah dan kekalahan adalah pilihan.

Sehingga kemenangan sejati adalah pemenang yang tak membuat lawan merasa dikalahkan serta mampu membuat orang sekitarnya merasa menang.

Pemenang sejati mampu memberikan rasa aman, dan kenyamanan bahkan saling menolong sebagai sesama manusia baik kepada kawan maupun lawan.

Seperti pembebasan Makkah oleh Muhammad SAW, juga kisah Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi yang mengobati musuhnya, Richard the lion atau pun penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II bin Murad.

Hanya persaingan saja mengatur kadar kemenangan di wajah manusia yang kemudian memunculkan gengsi dan melahirkan stratifikasi sosial sehingga terjadilah perpecahan demi tercapainya kemenangan.

Kemenangan bukan soal merendahkan, membuat individu ataupun kelompok merasa terhina atau dianggap pecundang.

Hakikat kemenangan adalah tertujunya usaha pada kebenaran dan keadilan serta terciptanya kerukunan, persaudaraan, dan saling menghargai satu dan lainnya.

Arjasari, November 2018
R. Aldreka

Facebook Comments

Terpopuler

To Top