Coretan

Masakan Mamah Paling Lezat

BAWAKALEM. Kali ini, bangunku indah tak seperti hari-hari kemarin. Bagaimana tidak, bukan dering alarm yang menyuruhku beranjak, tapi sosok Bidadari tak bersayap yang cantik bak Primadona baru keluar salon kecantikan. Asli ini mah.

Mamah, panggilan sayangku untuknya. Suaranya yang merdu, anne marrie pun berani diadu. “Ga, hudang (bangun,red),” seperti itu terdengarnya. Samar-samar, tapi lumayan membuatku tersentak.

“Nyak mah,” kataku. Sebelum beranjak, tak lupa cek-cok dulu dengan Handphone Xiomay tercinta. Barangkali ada info dari doi yang menggembirakan. Tapi.. you knowlah. (Intermezo).

08.00 WIB, waktu menunjukan masih pagi, pikirku. Tapi tidak dengan mamah. Sebagai anak yang baik hati dan tidak sombong, intruksi mamah itu paling utama dari yang utama. Yasudah, beranjaklah aku dari kasur ukuran sekitar 3×1 meter itu.

Kamar mandi tujuan pertamaku. Sambil berjalan pelan, indera penciuman mendeteksi ada masakan lezat. Nah, betul, mamah baru selesai masak.

“Mah, masak naon? (Masak apa,red),” tanyaku. “Endog (telur,red) balado, level 3,” jawab mamah.

Sekitar 4 s/d 5 telur dengan dilapisi air kental merah sudah tersedia di ruang makan. Hmm.. melihatnya pun seperti belum makan dari SD.

Tak banyak kata yang bisa diungkapkan, hanya ‘Terima Kasih’ teramat banyak yang bisa di ucapkan.

“Makasih mah, Masakan Mamah Paling Lezat,”.

Aghoy
Anak ke-2 dari Mamah Eli.
Purwakarta (19/11/2018).

Facebook Comments

Terpopuler

To Top