Coretan

Apa Kau Baik Saja Kasih?

BAWAKALEM. Rasa ini seolah hambar aku rasa, melulu soal cinta yang tak terbalaskan, seolah tak usai terjawab.

Kau tak sadar, semua terpejam saat aku melambai. Kau tak sadar, hati kau membeku saat aku luluh dibuatnya.

Egois! Sangat egois! Kau hanya memberikan tanpa ada pengakuan. Seolah hanya aku yang berjuang sendirian, padahal kaulah pemaiannya.

Sialan! Aku tak mampu menahan gejolak rasa ini. Yaaa namanya juga sedang kasmaran.

Dua tiga tangkai bunga mawar yang kau berikan, sekarang hanya menjadi pajangan, mulai layu dan rontok. Sama, sama seperti sikap kau saat ini yang persis dengan pepatah “habis manis sepah dibuang”.

Waktu yang mengalir membuatku acuh tentang rasa ini, tapi tidak dengan cinta-cinta kau yang membekas. Dan ternyata aku baru menyadari, aku tertipu akan semua omong kosongnya, sia-sia sudah rasa ini terkikis oleh asumsi busuknya.

Sangat lihai permainanya sampai-sampai aku gila dibuatnya. Bodoh! Sangat bodoh! Ternyata akulah yang egois, aku lupa bahwa sang pemberi kasih menegurku dengan cara ini, agar aku tak hanyut dalam gelapnya cinta, agar aku tak mengharap yang bukan semstinya.

~Jangan lupa bersyukur dan bahagia~

Penulis:
Eka Arthia

Facebook Comments

Terpopuler

To Top