Coretan

Tahta Mengubah Kepribadian

BAWAKALEM. Lihat para pengkritis sedang berperan dengan kata yang bijak, wajah yang meyakinkan seolah dia yang paling benar.

Aku heran dengan semua yang dilakukannya, data, fakta yang keluar saat berargumentasi seolah meyakinkan dan ingin menyadarkan khalayak, pada argumennya itu seolah dialah yang memiliki kebenaran yang ada ditangannya.

Iyaa benar memang aku tahu dia dulunya seorang ketua di salah satu organisasi, tak heran dengan kata katanya yang mengkritisi disetiap kesalahan pemerintahan itu jadi makanan favoritnya.

Aku kagum dengan pembawaan pada argumentasinya yang berisi, bermakna dan lugas. Menghipnotisku agar masuk kedalam argumentasinya itu dengan mudah.

Tapi bodoh, aku melihat dia dari satu sudut pandang saja disaat dia memiliki tittle “Ketua Organisasi”. Sekarang aku tahu disaat dia memilih jabatan lain yang lebih memihak pada atasannya (dibidang kepemerintahan/pengamanan) atau pada kebutuhan perutnya, kata kata yang berisi, bermakna dan lugas pun kini bagaikan kayu bakar yang menyala di siang hari.

Tapi itu pilihan hidup, pilihan bagaimana cara untuk bertahan hidup. Pilihan dimana lebih memilih duduk nyaman disinggasana, dengan kursi yang empuk.

Untukmu aku kagum dengan gaya bicaramu namun tidak dengan sikapmu.

Dhovi R. Fachrudin 
Bandung, 22 September 2018

Facebook Comments

Terpopuler

To Top