Coretan

Tentangmu Dari Mereka

BAWAKALEM. Bahwa hidup pada dasarnya mengandung banyak hukum alam yang kadang dihadirkan bukan oleh Tuhan. Kemudian menyeleksi seberapa tangguh untuk dapat kita melawan. Aku mengenalmu bahkan jauh-jauh hari sebelum aku sempat mengingat siapa kamu. Maka aku tak akan peduli pada segala yang akan kudengar tentangmu yang bukan dari diriku.

Kupikir, musti kusimpan ini dalam tulisanku, bahwa sudah hukumnyalah akan tiba gerombolan perbincangan tentangmu, atau tentangku, atau tentang kita, atau justru tentang mereka yang harus kita dengar dengan seksama. Dan jangan sekali waktu, kita jatuh perkara omong kosong yang senantiasa berhembus menerpa kita. Yakinlah, sudah hukumnya pula, setiapnya akan jatuh atau dijatuhkan, dan akan bangkit atau dibangkitkan. Karena kita hidup dan ada di suatu ruang dan di antara.

Ada sebuah kalimat dalam ruang kenangku dari seorang perempuan yang pernah dengat sangat kucintai di masa silamku. Yang akan dan selalu kuingat, dan kupikir musti pula kau mengingatnya. Begini dalam bahasaku, “Dan kita takkan mampu membendung itu. Sebab hanya dengan dua tangan sangat mustahil dapat menutup banyak mulut yang membicarakan kita. Tapi setidaknya, dengan dua tangan itu kita lebih dari mampu menutup kedua telinga untuk menghindar dari omong kosong.”

Bandung, 21 November 2018
Nurul Khaerunnisa

Facebook Comments

Terpopuler

To Top