Coretan

Aku Tidak Akan Pernah Berjalan Mundur Kebelakang

BAWAKALEM. Bila ada enam milyar manusia sang penghuni bumi ini, maka ada 6 milyar jenis pikiran, kepribadian, dan watak yang berbeda. Karena kondisi psikologis, karakter dan kepribadian tiap manusia berbeda-beda. Termasuk aku, sudah tentu berbeda pula dengan yang lain. Bagiku manusia itu istimewa dan unik.

Masalahnya, aku hidup di zaman yang serba mudah, maka dampaknya membuatku sulit memahami bahwa segala sesuatu memiliki maksud dan tujuannya. Padahal setiap manusia yang lahir jelas membutuhkan bekal ilmu bagi hidup mereka.

Lalu berbicara didalam aspek pembelajaran, aku hidup dalam zaman manakala sekolah dan perguruan tinggi lebih senang melahirkan golongan buruh. Tidak seperti di era ketika Universitas justru banyak melahirkan sarjana berkualitas.

Sejatinya untukku, pembelajaran adalah sebuah harapan, sebuah perjuangan bahkan sebuah perlawanan pada ketidaktahuan akan kondisi nyata kehidupan. Jikalau aku tahu apa yang sejatinya diketahui, maka hasilnya sebuah pengetahuan, karna pada dasarnya belajar itu menembus batas bahkan sampai liang lahat.

Kita tumbuh secara usia, kejiwaan, logika berpikir dan keyakinan. Pertumbuhan yang akan melahirkan watak manusia yang sangat khas. Sulit di dedah, bahkan dengan metodelogi penelitian paling rigrid sekalipun. Aku bisa mengerti segala tingkah laku orang per orang hanya dengan mengamatinya.

Namun, jelas itu waktu yg lama. Semakin aku mengamati, maka kian nyata pula apa yang aku amati itu merupakan hal yang tak masuk akal. Karna disaat yang bersamaan aku takkan pernah paham dengan diri sendiri.

Sebuah keyakinan akan membawaku pada pencarian sejati tentang kebenaran dan jalan lurus yang sebelumnya pernah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul Allah.

Setiap manusia pasti melewati masa peralihan pada tingkat keyakinan. Keyakinan itulah yang akan menghujam dalam hidup, dan mencuatkan rasa kasih sayang.

Maka aku yakin, walaupun dalam melangkah aku sangat lambat tapi pada akhirnya suatu saat nanti, aku akan mengerti untuk apa semua ini diadakan Tuhan.

Syahbani Azhar
Bandung, 23 November 2018

Facebook Comments

Terpopuler

To Top