Coretan

Kepada Bangsa Yang Buatku Jadi Penduka

BAWAKALEM. Bagaimana aku tak mencintaimu
Bila di saban cakrawala kupandang
Air mata merah putihmu
Tercurah di mana-mana
Basahi pekarangan wajahku
Jadi banjir yang tiada usai
Memporandakan kehidupan

Bagaimana aku tak mencintaimu
Bila di masa muda aku terasing
Sebab melawan arus keruh kotor pergaulan
Yang bicara soal angka dan terbentur dalam tembok masa depan
Dan citaku ditertawakan
Di antara buku buku yang mengusang

Bagaimana aku tak mencintaimu bila mendekapmu aku mesti memberontak pada segala;
Pada tuhan, pada rumah, pada saudara dan wajah jalan raya
Yang kecut menyedihkan ini

Bagaimana aku tak mencintaimu
Bila di saban aku bersajak
Darahku mendidih api
Dan metafora kebencian melompat dari bibirku
Bagai ribuan saham yang dikejar oleh kematian
Sebab terus diburu bunuh di Merauke

Bagaimana aku tak mencintaimu
Bila sebabnya aku dipandang
Bak pengkhianat laknat
Hanya karna orang-orang di sana
Gemar betul merajam tubuhmu
Berdarah dan berluka
Buatku tak kuasa menggenggam diam
Dan hidup dibalut kekosongan
Oh di mana rahimmu
Adalah dermaga pertama
Perkenalanku pada dunia

Bagaimana aku tak mengkhawatirkanmu
Di sepanjang laut pelayaranku
sementara orang orang
Tiba menudingku penjahat
Lalu memburuku dan terus memburuku
Hanya karena aku mencintaimu!

Penulis:
Nurul Khaerunnisa

Facebook Comments

Terpopuler

To Top