Coretan

Pentas Manusia

BAWAKALEM. Tenang tak beriak
Terselubung dalam lorong sukma
Gema tangis menggetarkan raga
Bersikeras menawan hujaman luka
Meringkuk bermandikan hujat dan hina
Kawan yang dulu berbaur, semua telah gugur.

Hujat manusia adalah racun utama tuk menggores sukma
Cemooh manusia tak lain adalah setan penuh angkara
Karena, lihat korban berjatuhan memungut serpihan hati yang kian karam

Jangankan mengemis maaf
Sudi tersenyumpun tak tersulam
Dia yang hatinya membatu
Berusaha menguras telaga air mata
Yang tak memanusiakan manusia

Disini, di bumi tercinta
Gelar pesta dan drama keji tak terkira
Kaya atau miskin
Putih atau hitam
Rupawan atau buruk rupa
Semua saling menggoreskan luka
Seolah lupa, bahwa ia makhluk sempurna
Tuhan menciptakan dengan penuh suka cita
Tapi mereka, takabbur bukannya bersyukur

Masih tentang dia
Si manusia yang memulung serpihan sukmanya
Di pelosok telaga air mata
Yang tak kuasa lagi untuk meluncur
Karena bertubinya dera luka dan Angkara

Biarkan ia belajar
Bagaimana ikhlas tanpa terucap maaf
Pada mereka,
Yang telah membuat lubang Sukma semakin menganga

Tuhan,
Tolong simpan mulut mereka
Agar tak menjadi sembilu dikala semesta semakin renta.

Penulis:
Erina miftahul jannah
Pandeglang, 22/07/2018. 18:49

Facebook Comments

Terpopuler

To Top