Coretan

A R T I

BAWAKALEM. Berjalan dibawah serbuan titik air yang deras, membasuh nestapa atas perihnya kehilangan

Membanjiri masalalu, tanpa tau apa itu rindu

Mungkin, pengalaman tentang menangis dibawah gerimis, akan terkenang begitu manis

Namun, hendaklah kau sadari, bahwa cinta, bukanlah taman safari

Kau paham, berapa banyak manusia yang mendamba hujan menyapa?

Tapi perhatikanlah, ketika yang di damba datang menemuimu karena rindu

Apa kau bersedia merentangkan tanganmu, walau basah membanjiri tubuhmu?

Kau memilih berlari menjauh, berteduh

Berhentilah mengagung agungkan cinta

Jika kau hanya merinduinya ketika hilang, dan menghujatnya ketika datang

Karena terkadang, cinta tak selalu membawa kebahagiaan

Namun yang pasti, kebahagiaan selalu mendatangkan cinta

Secangkir kopi hangat yang tertuang, begitu sempurna menemanimu dikala sendu

Dibalik kaca yang terciprat rintik hujan, kau kembali syahdu

Aku memperhatikanmu dari jarak jauh

Manusia yang kau hujat, meski aku selalu mengagumimu

Tak mengapa, dari kopipun kau dapat menikmati

Pahit yang terasa, dapat kau syukuri

Karena setidaknya, harumnya dapat kau resapi

Apa masih, aku berarti?

Sayup terdengar, hatimu meringis lirih

Mengapa? Adakah kesalahanku yang kau nanti?

Atau masih terkenangkah luka dariku yang tertanam dihati?

Maafkan aku karena cintaku terhenti, diantara rintik hujan yang menjadi saksi.

Penulis:
Shopia D’efrina

Facebook Comments

Terpopuler

To Top