Coretan

Alibi Terindah

BAWAKALEM. Dimanakah purnama? Mungkin, hilang ditelan malam sampai hati terluka tanpa goresan pergimu bukan hanya membuatku gelap. Tapi itu juga sarkasmu untuk memaksaku berhenti berharap.

Apalah daya, batinku berteriak atas namamu. Namun, suaraku hanyalah kebisuan bagimu. Cukup lama ku memanggil, namun hadirmu hanyalah harapan yang nihil.

Ku tunggu kau dari sabit hingga ku tahu, takdirlah yang rumit. Tuhan, biarkan kita berputar pada rotasi yang sulit dengan sabar dan waktu yang tak sedikit.

Dan saat asa berubah nyata. Sempurnamu entah hilang ke mana. Kini, sungguh aku katakan kau adalah alibi terindah bagiku saat hati mengatakan, aku tak lagi berharap padamu.

Nurul Khaerunnisa
Bandung, 13 September 2018

Facebook Comments

Terpopuler

To Top