Coretan

Urgensi Bagi Wanita Dalam Menutup Aurat

BAWAKALEM. Secara makna syariat aurat adalah bagian tubuh yang haram dilihat, dan karena itu harus di tutup. Khusus bagi muslimah, auratnya adalah semua bagian tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya.

Terkait dengan seorang perempuan muslimah ada satu dosa besar baginya, bahkan dosa besarnya sama dengan dosa melakukan zina. Dosa besarnya sama dengan dosanya melakukan riba. Dosa besar tersebut adalah tidak berhijab dan membuka aurat bagi seorang muslimah.

Mungkin selama ini banyak diantara muslimah yang beranggapan bahwa memakai hijab adalah sebuah pilihan, sehingga merasa biasa saja ketika tidak menggunakan hijab. Padahal memakai hijab bagi seorang muslimah adalah sebuah kewajiban bukan pilihan.

Wajibnya memakai hijab serta menutup aurat bagi seorang muslimah sama dengan wajibnya melaksanakan ibadah puasa, shalat dan zakat. Tidak ada tawar-menawar akan hal ini. Suka atau tidak suka ya harus dipakai sebab ini adalah kewajiban yang mesti dilaksanakan bagi kita sebagai umat muslim.

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min, hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Suatu ketika Ustadz Ahmad Sarwat Lc ditanya tentang dosa orang yang tidak berhijab, apakah seseorang yang melihat saja atau wanitanya juga berdosa. Beliaupun memberi penjelasan;

“Membuka aurat hukumnya haram. Dan melihat aurat orang lain secara sengaja juga haram. Tapi kalau dibandingkan antara keduanya secara langsung, tentu tidak mungkin seseorang melihat aurat wanita kalau bukan karena wanita tersebut membukanya secara sengaja.

Walhasil, kalau kita urut-urutkan, wanita yang secara sengaja tidak menutup auratnya ibarat orang yang sedang menebar dosa di tengah masyarakat.

Bukan hanya dirinya yang berdosa, tetapi siapapun laki-laki yang ada di sekitarnya akan bersesiko untuk ikut kena getahnya. Sebab setiap laki-laki yang berada di dekat wanita itu tidak bisa tidak, pasti akan ‘terpaksa’ melihat auratnya. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Dan ini adalah sebuah penyakit sosial yang sangat tidak mengenakkan. Boleh dibilang, ini resiko dari hidup di lingkungan yang tidak Islami, di mana seorang muslim yang maunya hidup bersih, harus menyerah dengan realita kehidupan. Kita berharap semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita yang tidak kita sengaja ini.

Asal memang niatnya tidak secara sengaja untuk melihat aurat wanita yang bukan mahramnya. Daninsya Allah pada hakikatnya kita memang tidak menghendakinya. Sudah barang tentu berbeda nilainya antara tidak mau melihat aurat secara sengaja tapi terbentur dengan keadaan, dengan berniat secara sengaa untuk melihatnya. Meski bukan berarti kalau tidak niat lantas tidak dosa. Dosanya tetap ada, tapi nilainya pasti berbeda.”

Jadi dosa tidak berhijab tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang yang melihatnya. Dan juga untuk orangtuanya.

Seorang muslimah yang sudah baligh dan dia tidak menutup aurat maka ia telah melakukan salah satu dosa besar. Rasulullah Saw bahkan mengingatkan kepada para wanita yang berpakaian tapi telanjang tidak dapat mencium bau surga

Referensi: Eramuslim & Youtube
Penulis: Ira Wahyudi

Facebook Comments

Terpopuler

To Top