Coretan

Tingkatan Perjuanganmu

BAWAKALEM. “Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat dalam kehidupan”[Al-Insyiqaq:19].

Jika pijar-pijar panas sampai pada titik semayam

Garis-garis merah cakrawala menipis bersama malam menua

Melahirkan nada rintih dari sekeping hati, tak pernah ada yang peduli

Jumantara yang ku tatap seakan berpaling

Bumi yang ku pijak seakan memuntah darah

Kolong langit penuh derita

Lewat senja yang membosankan, ku coba meniti waktu, meraba kehidupan

Ku paksa nalar menerobos histori hidup bertutur tentang sebuah perjalanan anak manusia yang menelusuri belantara amazon, tapi…

Mata pena terasa beku, karena sepanjang jalan hanya semak belukar yang menjadi saksi duri-duri kehidupan berserakan

Batu-batu raksasa menyembunyikan keangkuhannya, seakan takkan ada lagi yang perkasa

Sungguh! Suatu drama kehidupan menonton digelar diatas pentas komedi hidup

Sementara perjalanan yang kutitip masih panjang

Haruskah langkah berhenti dibawa arus realita?

Tidak kawan!

Sebab aku sadar, itulah sederet cerita yang mesti hadir dalam perjalanan seorang pengembara yang sedang menelusuri kehidupan mencari hakekat diri

Ku hentikan imajinasi sejenak, kemudian kusimak senandung perjuangan yang keluar dari kasih sayang seorang ibu yang pernah berbisik di tengah gersangnya kehidupan..

“Anakku, teruslah berjuang… Selagi tapak kaki berjalan di atas ketegaran hidup. Perjuangan ini panjang, tak semua orang mampu menapakinya. Sejarah kehidupan telah banyak menyaksikan tentang orang yang tak mampu lagi melanjutkan perjalanan. Karena tak tahan menahan amukan badai.

Anandaku sayang…

Pergilah ke balik gunung, telusurilah pantai. Simaklah makna alam dengan makna nurani. Disana engkau akan menemukan kesaksian. Bahwa tak selamanya samudra itu kejam!

Suatu saat dia begitu indah. Tak ada badai, burung-burung camar pun terbang di atasnya, membawa warna kedamaian. Sementara ditengah samudra, kan kau temukan karang-karang berdiri di atas ketegarannya.”

Ibu…

Lewat bait-bait perjuanganmu

Kutemukan faedah perjalananku yang membuatku bertahan.

Penulis:
Salshabilla Fierdausi

Facebook Comments

Terpopuler

To Top