Coretan

Terima Kasih Dan Maaf, Ibu

BAWAKALEM. Ibu, rangkaian kata ini mungkin tak sepantasnya menjadi kalimat yang mengisahkan hidupmu dalam hari-hariku. Ibu, engkau adalah cahaya yang bisa menaklukan kegelapan. Ibu, setiap langkahmu mengantarkan aku menjadi anak yang berharga, walau setiap perjuanganmu sangatlah memilukan demi sang buah hatinya tersenyum.

Engkau mengajari aku apa arti hidup. Pahit dan manis setiap perjalanan hidupmu sudah kau lalui. Perihnya rintangan mampu kau hadapi, begitu tegar saat senyum yang kau lontarkan. Sekujur badanmu kau relakan untuk melindungiku dari berbagai ancaman yang datang.

Kau berusaha agar anaknya tetap bahagia dan terlihat senang ketika teman-temannya juga memiliki mainan. Lalu untuk membelikan sebuah mainan itu, dengan banting tulang kau berusaha sekuat tenaga, agar melihat sang buah hati tersenyum bahagia.

Kini aku mulai beranjak dewasa, bersikap seolah aku yang tahu akan segala hal, menentang perkataanmu, egois, dan keras kepala. Namun tetap saja kau dengan tulus dan ikhlas selalu menyayangiku.

Semakin hari sifatku selalu menyebalkan, membuat kau marah, sedih dan khawatir atas perlakuanku selama ini. Aku seolah anak yang tak tahu diuntung, namun ibu selalu ada menemaniku, menuntunku dan mengarahkan aku agar tetap menjadi anak yang diharapkan seorang ibu “beruntung memilikinya”.

Kasihmu selalu mengalir dalam hidupku sampai akhir hayat menjemputku. Tetap menjadi Ibu yang kuat dan tulus menyayangiku, sampai akhirnya aku bisa menjadi seorang Ibu sepertimu.

Terimakasih ibu, engkau memang pahlawan tanpa tanda jasa, Selamat Hari Ibu.

Penulis:
Eka Arthia

Facebook Comments

Terpopuler

To Top