Coretan

Kisah Kasih Diantara Bandung

BAWAKALEM. Hari-hari bersama kau, kita jelajahi. Aku sebagai anak perantau di kota kembang ini, merasakan dinginnya cuaca di Bandung, dengan hangatnya sejuta kisah bersama kau, apalagi sekarang musimnya hujan.

Saat diperjalanan, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, terpaksa kita menepi di pinggir jalan, menuju halte bus damri. Bau tanah saat rintikan hujan, jatuh pada aspal yang panas, aroma tanahnya sungguh membuat aku rindu saat hujan yang aku nanti sedari musim panas kemarin.

Tiba-tiba tercium bau asap cuanki yang dibukanya tutup panci itu oleh mamang si penjualnya, meluncur pada hidung ini, memanggil agar aku menyantapnya, hangat, nikmat bersama rintikan hujan yang semakin deras. Tak terasa 3 mangkok aku habiskan cuankinya.

Sembari menunggu, kita bertukar cerita banyak sekali, sampai hujan pun reda. Kini kita bergegas untuk mengelilingi kota kembang, menuju jalan braga, asia afrika, alun-alun, ahhh indah sekali Bandung.

Walaupun macet dimana-mana yang terkadang membuat aku suntuk seperjalanan, dengan candaan yang kau kisahkan membuat aku lupa ternyata kita sudah sampai di taman panda.

Bersantai-santai disana, duduk sambil melihati orang yang berlalu-lalang, sambil menikmati makanan khas Bandung yang menjadi favorit saya ‘Batagor’.

Bandung, tetap jaga kisah ini sampai aku lupa bagimana masalah yang ada, setiap jenuh agar teringat pada celah-celah kenangan bersama kau, sampai akhirnya aku tersadar bahwa aku sedang berkhayal cerita diatas hehehehe.

~Jangan lupa bersyukur dan bahagia~
Eka Arthia

Facebook Comments

Terpopuler

To Top