Coretan

Uh…!

BAWAKALEM. “Uh, kuliahnya pagi banget sih!”
“Uh, belum juga tugas kemarin beres, udah dateng tugas baru aja!”
“Uh, hujan lagi hujan lagi!”
“Uh, macet mulu nih tiap hari!”

Begitulah kata-kata yang terkadang tidak sadar sering kita ucapkan dalam aktivitas sehari-hari kita, dan serangkaian kata-kata mengeluh lainnya yang spontan kita ucapkan.

“Tapi bukankah manusia itu diciptakan pada dasarnya suka berkeluh kesah? Jadi wajar dong kalau mengeluh?”

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20)

“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh (19) Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah (20).” QS. Al-Ma’arij.

Memang benar, bahwa manusia mempunyai karakteristik berkeluh kesah, dan ini merupakan suatu hal yang manusiawi.
Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita mengira bahwa keinginan kita lah yang terbaik, tanpa memikirkan bahwa rencana Tuhan lah yang lebih istimewa.

Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang terlepas dari sifat berkeluh kesah. Lihat saja, banyak diantara kita yang masih merasa kekurangan akan harta yang diberikan Tuhan. Mengeluh merasa masih sangat kekurangan karena masih menginginkan ini dan itu yang sebenarnya tidak menjadi kebutuhannya. Tentu ini merupakan salah satu tanda bahwa kita tidak mensyukuri apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Bukan berarti, jika pada dasarnya manusia mempunyai sifat berkeluh kesah, lantas dengan seenaknya saja kita berkeluh kesah tanpa merasa ini adalah sesuatu hal yang salah. Perbuatan ini hanya untuk mereka yang tidak mau berfikir saja.
Berfikir apakah dengan mengeluh semua akan baik-baik saja, dan menyelesaikan semuanya? Tentu tidak. Allah SWT akan menguji siapa saja bagi hambaNya, agar Dia tahu bahwa siapa dari hambaNya yang bertaqwa.

Lantas, bagaimanakah cara menghindari sifat buruk seperti ini?
Solusinya sudah langsung Allah sampaikan pada ayat berikutnya dari surah Al-Ma’arij sebelumnya.

إِلَّا الْمُصَلِّينَ

الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

22. Kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat.
23. Mereka yang tetap setia dalam melaksanakan shalatnya.

Bagi mereka yang melakukan shalat, kemudian sadar akan arti dan tujuan shalat, khusyuk dan tumaninah dalam shalatnya. Mereka akan terhindar dari sifat keluh kesah dan perbuatan buruk lainnya. Untuk itu mari kita perbaiki shalat kita, apakah shalat kita sudah mencegah kita dari sifat dan perbuatan buruk? Jika belum, patut kita tanyakan pada diri kita bahwa sudah baikkah shalat kita selama ini?

Kalau begitu, kita sebagai manusia tidak boleh berkeluh kesah sedikit pun?
Tentu saja boleh, mengeluh yang tercela adalah keluhan yang menunjukkan protes atau marah kepada takdir Allah SWT. Adapun mengeluh untuk menunjukkan kelemahan dan kehinaan serta ketidakmampuan dalam rangka untuk meminta pertolongan Allah SWT, maka mengeluh seperti inilah yang disukai oleh Allah SWT. Untuk itu, berhati-hati lah dalam berkeluh kesah kepada selain-Nya.

Bandung.
Shinda Istian Ruhama.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top