Coretan

Perihal Cinta

BAWAKALEM. Semakin tinggi kau berada di suatu tempat, maka semakin luas daratan objek yang dapat kau pandang.

Begitupun halnya perumpamaan tersebut jika ditafsirkan dari sudut pandang lain.

Semakin besar usia ‘kedewasaan’ mu maka semakin banyak pula dinamika, retorika, serta realita hidup yang tersaji dengan kisah menarik di baliknya.

Aku belajar banyak hal dari banyak hal dari sudut pandang yang lebih tinggi, dari sana aku mulai mengerti, bahwa cinta bukan tentang ‘terburu-buru’, bukan sekedar ‘aku dan kamu’ bukan sebuah ego yang kupasang sebagai senjata agar tak dianggap ‘sendiri’ bukan sebuah motivasi yang sekali nya ternodai membuatku mengurung diri dan bukan sebuah rasa yang kuumbar tanpa kendali.

Dari sudut pandang ini aku belajar bahwa cinta adalah proses agung yang hasilkan sebuah MAHAKARYA, cinta adalah sebuah tanggung jawab yang kupikul tuk bahagiakan yang Maha Cinta dan ‘mereka’ yang aku cinta. Cinta adalah hal suci yang tak boleh tersentuh ambisi takut gengsi. Cinta adalah motivasi abadi karena aku tak mau kecewakan ‘mereka’ yang ku cinta. Dan cinta adalah kekuatan alami yang mampu merobohkan tembok kemustahilan. Dengan cinta yang mungkin menjadi mungkin.

“Aku tidak sedang bersajak, usah kau menilai larikku cenderung gombal, namun cinta yang ku maksud bukan cinta yang kau maksud, tau yang kumaksud adalah cinta yang aku dan Tuhan yang tau.”

Percayalah, cinta adalah hidup dan hidup tidak bisa berputar tanpa adanya kata ‘cinta’ dari aku yang sedang tidak sedang jatuh cinta kepada hal biasa.

Penulis:
Nurul Khaerunnisa

Facebook Comments

Terpopuler

To Top