Coretan

Hilangnya Marwah Mahasiswa Zaman Now

BAWAKALEM. Mahasiswa adalah seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Namun pengertian mahasiswa tidak sesempit pengertian diatas. Pernyataan diatas merupakan pengertian mahasiswa secara administrative, namun sesungguhnya pengertian mahasiswa memiliki pengertian yang sangat luas. Menurut penulis menyandang gelar mahasiswa bukannlah suatu hal yang “mudah bin simple”, karena menurut penulis indikator sesorang bisa dikatakan mahasiswa adalah ketika dia bisa melaksanakan studinya dengan baik dan dapat pula bermanfaat bagi masyarakat, jika hanya menjadi mahasiswa yang terfokus terhadap akademiknya saja setelah itu hanya “nongki-nongki” di café lalu, apa bedanya kita dengan anak SMA? “alamak!”.

Masyarakat memiliki harapan besar kepada mahasiswa karena menurut masyarakat mahasiswa merupakan seseorang yang dianggap “segala bisa”. Hal ini pun sejalan dengan peran dan fungsi mahasiswa yaitu, Direct of change, Agent of change, Iron stock, Moral force, dan Social control. Jika diambil garis besar dari peran dan fungsi mahasiswa yaitu ada 3 poin peranan mahasiswa yaitu, sebagai peranan moral, peranan sosial, dan peranan intelektual.

Namun jika kita lihat dewasa ini, ketiga peran dan fungsi mahasiswa itu sudah hilang dari karakter para mahasiswa “zaman now”. Banyak dari mahasiswa zaman now yang lebih memilih untuk masa bodoh terhadap permasalahan yang ada di masyarakat atau lebih dikenal dengan mahasiswa apatis. Mereka terlalu asik dengan zona nyaman yang suatu saat akan menjadi “senjata makan tuan.” bagi mereka. Jikalau pun ada mahasiswa yang aktiv dan peduli terhadap permaslahan yang ada di masyarakat atau vocal untuk membela rakyat kecil mereka sudah harus siap dengan “nyinyiran” sana-sini, sungguh lucunya mahasiswa zaman now!

Belum lagi saat ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang merupakan salah satu organisasi yang merupakan wadah bagi mahasiswa untuk dijadikan laboratorium demokrasi yang menurut penulis sudah salah dari tujuan awal diciptakannya. Menurut penulis BEM yang ada saat ini bukan merupakan Badan Eksekutif Mahasiswa, namun BEM yang ada saat ini adalah Badan Event Mahasiswa, alias EO! Banyak BEM saat ini yang program kerjanya hanya mengenai acara dan acara, hal ini merupakan salah satu faktor yang membedakan mahasiwa zaman now dengan mahasiswa zaman dahulu.

Oleh karena itu ini menjadi salah satu penyebab adem ayemnya pemerintahan saat ini, karena mahasiswa yang seharusnya mengevaluasi kinerja pemerintah saat sedang sibuk menjadi “Event Organizer”. Hal ini yang menjadikan pemerintah saat ini dengan bebas dan mudah untuk membuat kebijakan-kebijakan baik itu menguntungkan ataupun merugikan rakyat.

Kesimpulannya dari tulisan diatas bukan bermaksud menegasikan kepada mahasiswa masa kini, namun sudah seharusnya kita sadar dan bersama-sama mengembalikan marwah mahasiswa. Juga ingin mengembalikan peran dan fungsi mahasiswa sebagai, Direct of change, Agent of change, Iron stock, Moral force, dan Social control. Jika kita selaku mahasiswa bisa menjalankan peran dan fungsi mahasiswa sebagai mana diatas sudah tentu kita bisa membantu terciptanya negara yang aman, damai, dan sejahtera dan sebagai generasi muda kita harus mengingat kata-kata Presiden pertama kita yaitu Soekarno, beliau berkata “Beri aku 1000 orang tua akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncang dunia”. Intisari dari kata-kata tersebut adalah pemuda lebih bisa merubah suatu keadaan dengan spirit dan kebersamaan, oleh karena itu kita sebagai pemuda harus memiliki spirit untuk memajukan bangsa kita.

SIDIK PANJI PANGESTU
Bandung, 28 April 2018 (01.04 WIB)

Facebook Comments

Terpopuler

To Top