Warta

Anggota DPRD Jabar Serap Aspirasi Di 8 Titik

BAWAKALEM. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Oleh Soleh menjaring aspirasi masyarakat di 8 Titik di Dapil XII Garut, Kota Tasikmalaya, Kab Tasikmalaya.

Oleh mengungkapkan, dalam masa menjaring aspirasi masyarakat khususnya di Tasik Selatan, hasilnya ada beberapa hal yang menjadi perhatian.

“Yaitu terkait infrastruktur seperti jalan-jalan kecamatan lintas kabupaten itu cukup parah sekali, mereka ingin segera mendapat perhatian, muah-mudahan di tahun ini bisa tercover,” ucap Oleh, Jum’at (25/1).

Selain itu, sambung Oleh, masyarakat banyak yang bertanya terkait apa yang di ekspos oleh Gubernur Jabar, tentang adanya program Jamu (Jalan Mulus).

Lebih lanjut, Oleh yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat ini menuturkan, sebagai Anggota Dewan, dirinya juga bertanya sumber pendanaannya dari mana.

“Kemudian khusus untuk Tasik meminta keseriusan untuk otonomi baru karena salah satu program Kang Emil adalah Otonomi Baru, keseriusannya sampai sejauh mana, warga banyak menanyakan hal itu,” ungkapnya.

Kemudian dibidang ekonomi, tentunya masyarakat juga merasakan beban hidup yang berat dengan harga-harga yang cukup mahal hari ini.

“Maka minta keseriusan juga soal satu desa satu usaha ini realisasinya seperti apa. Apakah ini akan ditangulangi oleh Dinas BPMPD atau ada badan, karena diserahkan ke BPMPD rasanya banyak persoalan,” paparnya.

Soal Desa Digital semua menyambut baik dan anggarannya sudah ada tinggal direalisasikannya tidak menjadi masalah, tapi yang menjadi masalah satu desa satu usaha, Program Jamu (jalan Mulus), kemudian DOB.

Untuk sektor kesehatan, Oleh menuturkan, bagaimana Provinsi memperbanyak rumah sakit rujukan dari Kab/Kota minimal dari empat arah mata angin.

“Syukur-syukur kalau ada per Dapil per wilayah Timur, Utara, Barat dan Selatan itu,” katanya.

Untuk bidang pendidikan formal, Oleh mengatakan utamanya adalah guru-guru honorer minta kejelasan dan kepastian. Dan untuk non formalnya, guru-guru madrasah, ajengan-ajengan mereka juga minta perhatian secara khusus.

“Terkait guru honorer itu pada intinya mereka ingin sejahtera, soal mereka masuk PNS itu hanya jaminan pada intinya muaranya ingin sejahtera , tidak jadi PNS juga yang penting sejahtera,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top