Coretan

Mozaik Asa

BAWAKALEM. Asa ini menggebu terkikis oleh waktu
Harapan seolah tak usai tuk ku capai
Tingginya cita bergetar pada jiwa
Dusta! Dusta memang seorang pecundang tuk berangan tinggi
Sirna! Sirna termakan asumsi-asumsi belaka

Harap dari dua jiwa membiarkanku hidup
Dua jiwa mengharap pada saat engkau menerangi gelapnya malam
Agar diri beruntung menjadi cahayanya
Jadilah pesona indahmu pada malam yang hangat
Semoga engkau selalu jadi rembulanku yang menghiasi malam ini

Tuhan…
Biarkan raga ini terus bertahan dan mengalir
Demi melangkah pada satu harap yang pasti
Agar asa bisa menembus hangatnya malam
Dan menjadi cahaya untuk gelapnya jiwa

Penulis:
Eka Arthia

Facebook Comments

Terpopuler

To Top