Coretan

Move Up, Halalkan atau Iklaskan

BAWAKALEM. Mengikhlaskan seseorang itu, bukan karena tak mampu mencintai. Melainkan, ikhlas semata-mata yakin dengan ketetapan Allah SWT.

Setiap orang pasti pernah jatuh cinta, lebih dari itu, yakni jatuh hati. Menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih (pacar) atau istilah lain disebut komitmenan. Menaruh harap, meyakini dirinya yang dicintai adalah ia yang kelak akan menjadi pendamping hidup. padahal, semua hubungan itu belum tentu sesuai dengan ketetapan Allah.

Perasaan cinta dan sayang kepada lawan jenis itu adalah hal yang wajar. Namun, hal itu hanyalah sebatas gorizah (naluri), yaitu sifatnya jika tidak terpenuhi maka tidak akan berdampak pada kematian. Hanya saja memang, kalau sedang kasmaran itu bawaannya galau, kepo, kepengennya stalking akun sosial media gebetan, ingin selau dekat, dan lain-lain.

Sekedar suka atau kagum, dan ngepoin itu boleh saja, tidak masalah. Jadi masalah kalau sampai kelewat batas. Setiap hari yang dipikirin dia terus, yang diperhatiin cuman dia. Padahal, ada ibu, ayah, adik perempuan/laki-laki , yang lebih berhak menadapat perhatian dan kasih sayang.

Sikapilah rasa cinta terhadap seseorang dengan sewajarnya, menahan diri untuk tidak merealisasikan perasaan tersebut dengan berpacaran, atau komitmenan adalah hal yang bijak. Mencintai dan di cintai itu indah. Sebagaimana kata Allah dalam kitab sucinya;

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik,” (QS. Ali Imron: 14).

Menjadi hal yang indah apabila sudah menikah. Allah sangat cemburu pada hambanya yang menaruh harapan pada selain Dia. Bukan cinta namaya kalau membuat kita jauh dari Allah. Segala pembenaran ungkapan sayang dan cinta adalah pernikahan. Kalau dia yang sekarang bersamamu hanya umbar-umbar janji saja, tidak menyegerakan ijab qobul bersama wali nikahmu, maka move up dan iklaskan saja.

Ya, perkara mengikhlaskan itu memang tidak mudah, dan move up itu berarti kembali kepada sang Maha cinta, Allah Swt. Mau berapa lama lagi bertahan dengan hal tidak pasti, menunda niat baik untuk menikah, alasanya belum mapan dan belum berani. Kalau begitu, lepaskan saja dia dengan penuh keikhlasan, meski hal itu beresiko melukai hati. Kalo jodoh gak akan kemana, percayalah pada ketetapan Allah dan yakin lah bahwa setelahnya akan ada yang lebih baik.

“….Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,” (Al-Baqarah: 216).

Penulis: Gina Santia

Facebook Comments

Terpopuler

To Top