Warta

Soal Pemindahan Pusat Pemerintahan, DPRD: Jangan Terlalu Nyeleneh

BAWAKALEM. DPRD Jawa Barat mempertanyakan alasan terkait wacana pemindahan pusat pemerintahan Jawa Barat ke Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady dalam keterangan yang diterima BAWAKALEM, Kamis (28/2).

“Janganlah terlalu nyeleneh begitu. Zaman ini zaman akal sehat. Pakailah akal sehat,” ucap Daddy.

Sebelumnya, wacana itu dikemukakan langsung Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Alasannya, pusat pemerintahan di Gedung Sate kurang efektif karena letaknya yang berjauhan dengan kantor-kantor dinas.

Menurutnya, alasan Uu pindah ke Tegalluar hanya sebatas kemasan. Tentunya, berbagai kemungkinan untuk pindah ke sana bisa dicari.

“Kalau kepala dinasnya kumpul di Tegalluar, saya bilang supaya koordinasinya lebih gampang jangan ada balai-balai di Cirebon, Garut dan Sukabumi. Semuanya aja dipusatkan di Bandung. Teu leuwih gelo kumaha mikir kitu,” paparnya.

Apabila sebatas urusan keterlambatan ketika memanggil dinas, hal itu bisa dicari solusinya. Daddy menyarankan, masalah itu ditanggulangi dengan manajemen waktu.

“Gak perlu pindah-pindah ngumpulin pemerintahan. Hari gini, lama-lama kantor gubernur gak ada di Papua. Kenapa? Gubernur adanya di Jakarta semua. Ko kaya orang bego kita jadinya. Ini zaman teknologi, video call udah selesai,” kata Daddy.

Menurutnya, pemindahan itu harus dibahas lebih jauh dengan dewan. Pasalnya, konsekuensi akhirnya yakni dengan anggaran. Mengingat jumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Jabar tidak sedikit.

“Nah kalau berpikir lebih jauhnya, yah ini kalau pusat pemerintahannya dikumpulin, bikin berapa dinas? OPD ada 54. Berarti kita kudu ngebangun 54 bangunan. Boleh aja dikumpulin gitu, cuman Daddy kontraktornya,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top