Coretan

Warteg Naruto

BAWAKALEM. Hampir setiap hari menu yang saya santap tidak jauh dari telur dadar, tempe, ikan tongkol, ikan kembung dan kuah santan bersayur.

Menu-menu familiar itu saya temui selalu di warung Tegal (Warteg) sebelum masuk kost saya di Babakan Sari Kiaracondong. Bahkan tidak hanya saya, teman kost jika main saya antarkan ke warteg tersebut.

Semua pegawai Warteg banyak di ketahui berasal dari Kota Tegal, Kota yang berada pada titik kordinat 6º 54’ LS 109º 08’ BT itu konon banyak melahirkan wirausaha dalam dunia kuliner rakyat tersebut.

Mungkin tidak hanya di Kiaracondong dan wilayah Kota Bandung saja. Berkat olahan sederhana “Enggak pake ribet” ditambah racikan bumbu dari tangan orang Tegal ini telah di nikmati dari pejabat sampai bawahannya.

Tidak jauh beda nikmatnya menyantap makanan-makanan khas negara sesama Asia, Korea, Jepang bahkan Eropa dan Timteg. Alih-alih tidak jauh beda soal nikmat, sampai pada bisnis pun sedikit sama.

Sebanyak lima sampai tujuh berjejer secara berdekatan, dengan jarak yang tidak jauh dari lima meter buka dengan model kontrakan garasi atau bekas ruko. Sepanjang jalan menuju kost. Secara tidak sadar ke semua Warteg tersebut membuat saya tidak ada pilihan lain untuk mampir dan menyantap ikan kembung dan sayur sop.

Ke semua Warteg hampir menyodorkan menu yang tidak hampir berbeda, bahkan sampai pada rasa pun kembaran. Soal harga hanya beda tipis, kalau makannya di tambah dengan kerupuk dan pisang buat pencuci mulut.

Melihat pemandangan ini, jadi teringat jurus “kage bunshin no jutsu” dimana Naruto bisa berlipat ganda menjadi seribu. Ke seribu bayangan itu di keluarkan hanya untuk menyerang satu musuh.

Musuh saya adalah lapar, sehingga untuk menyerang orang yang sedang lapar, mereka harus mengeluarkan seribu model yang sama. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk kalah dan mampir ke Warteg itu.

Saya sarankan, jangan kaget jika hendak mampir ke kost melihat banyak Warteg berjejer. Secara tidak sadar mereka mengepung dan melawan kelaparan.

Jika hanya punya uang sisa 10 ribu dari hasil membeli rokok. Tenang, harganya hanya 8-10 ribu saja. Sudah empat sehat lima kenyang.

[RIL]

Facebook Comments

Terpopuler

To Top