Warta

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Akuntan Harus Beradaptasi Dan Tingkatkan Kemampuan

BAWAKALEM. Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) bekerjasama dengan Pranadipta Consulting melaksanakan Focus Group Discussion dengan mengangkat tema Akuntasi di Era Revolusi Industri 4.0.

Angggota DSAK Ikatan Akuntan Indonesia yang juga dosen FEB UNPAD, Ersa Tri Wahyuni mengatakan, Indonesia saat ini merupakan negara dengan perkembangan start-up yang pesat posisi kedua di dunia.

“Karena hal ini menandakan kreatifitas dan minat pelajar, mahasiswa dan anak muda Indonesia di bidang bisnis digital,” ucap Ersa, di Hotel Borobudur, Jumat (21/6).

Menurutnya, perusahaan digital memiliki masalah dalam menyusun laporan keuangan, dikarenakan adanya beberapa transaksi dan aset yang bingung dalam proses pencatatan laporan keuangannya.

“Sebagai anggota DSAK IAI, saya diminta pendapat terkait permasalahan ini,” ujarnya.

Menurut riset yang dilakukannya, Ersa menemukan 64 persen kalangan start-up yang mengaku kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan dan menganggap laporan keuangan sebagai isu yang krusial.

“Aplikasi Revolusi Industri 4.0 dalam bidang start-up ditinjau dari sudut pandang akuntansi dan proses penyusunan laporan keuangan adalah depelovement cost yang dapat dikapitalisasi dan tidak harus di expand asal memenuhi persyaratan yang cukup ketat sebagaimana diatur dalam PSAK untuk aset tak berwujud,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top