Coretan

Dampak Dan Manfaat Fungi Dalam Kehidupan Kita

BAWAKALEM. Hi sobat! Tahukah kalian dampak yang ditimbulkan fungi terhadap kita? Yaitu penyakit kulit yang dipicu oleh infeksi jamur salah satunya adalah panu. Ya, penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak berwarna putih, pink, cokelat, atau cokelat gelap ini disebakan oleh jamur Malassezia furfur.

Biasanya, panu muncul di beberapa area tubuh, punggung, dada, leher, lengan atas, dan wajah. Jangan anggap sepele panu, ya! Sebab jika tidak segera ditangani, panu dapat menyebar dan memicu timbulnya rasa gatal, terutama saat tubuh berkeringat!

Jenis penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh jamur adalah kurap. Jangan garuk kurap seenaknya! Menggaruk di bagian yang terasa gatal justru dapat membuat kurap melebar ke area disekitarnya.

Lalu, apa sih penyebab kurap? Usut punya usut, infeksi jamur jenis Dermatophytes memicu penyakit kulit yang satu ini. Penularannya sendiri pun sangat beragam, mulai dari kontak langsung dengan penderita, penggunaan barang secara bersamaan dengan penderita, hingga kontak dengan hewan yang menjadi induk jamur penginfeksi.

Ternyata fungi juga ada peran penting loh untuk kita. Salah satunya ilmu medis seperti pada zygomycota (jamur yang memiliki lifa), mikrospro (tidak memiliki mikrokondria), basidiomikota (jamur kuping) dan askamikota. Selain itu, juga digunakan untuk pembuatan makanan yaitu ragi.

Ragi adalah ragi nonfilamen, uniseluler biasanya berbentuk bola atau oval. Seperti jamur, ragi didistribusikan secara luas di alam, mereka sering ditemukan sebagai bubuk putih, seperti Saccharomyces. Sel induk membentuk tonjolan (Kuncup) di permukaan luarnya.

Sebagai tunas memanjang, inti sel membelah, dan satu inti bermigrasi ke dalam tunas. Bahan dinding sel kemudian diletakkan di antara kuncup dan sel induk, dan kuncup akhirnya pecah. Satu sel ragi pada waktunya dapat menghasilkan hingga 24 sel ragi baru.

Beberapa ragi menghasilkan tunas yang gagal melepaskan diri, kuncup ini membentuk rantai pendek sel yang disebut pseudohypha. Ragi mampu pertumbuhan anaerob fakultatif, yang memungkinkan jamur ini bertahan hidup di lingkungan.

Jika diberikan akses ke oksigen, ragi melakukan respirasi aerobik untuk memetabolisme karbohidrat menjadi karbon dioksida dan air, ditolak oksigen, ragi akan memfermentasi karbohidrat dan menghasilkan etanol dan karbon dioksida.

Fermentasi ini digunakan dalam pembuatan bir, pembuatan anggur, dan industri kue. Spesies Saccharomyces menghasilkan etanol dalam minuman yang diseduh dan untuk karbon dioksida adonan roti ragi.

Aisyah Maharani Aprilianti

Facebook Comments

Terpopuler

To Top