Coretan

BEM KEMA FPEB: Ekonomi Indonesia Di Bawah Ancaman Endemis Corona Virus

BAWAKALEM. Menyebarnya Virus Corona ke 16 negara dan tak luput diantranya negara Indonesia mengakibatkan setidaknya 106 orang meninggal dunia, menimbulkan berbagai sentimen negatif di dunia. Adapun dampak virus corona bukan hanya dari sisi kesehatan melainkan juga merembet ke aktivitas ekonomi seperti harga komoditas.

Untuk mencegah dampak virus Corona dan memperluas penyebaran, pemerintah China pun melakukan isolasi kota Wuhan. Hal ini semakin membawa ketidakpastian bagi China.

Pasalnya penyebaran virus bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek – yang biasanya akan mendorong perjalanan, belanja, dan pemberian hadiah. Tak hanya demikian, Virus Corona pun disinyalir mampu memberikan dampak yang buruk bagi perekeonomian RI,

Mengancam Aktivitas Industri Nasional, penulis menilai larangan bepergian dan penutupan sejumlah transportasi tersebut menyebabkan terganggunya kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Hal ini pada akhirnya memengaruhi perekonomian China dan negara-negara yang memiliki hubungan dagang yang erat dengannya.

Penulis menambahkan, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Dengan adanya perlambatan ekonomi, permintaan barang ekspor dari Indonesia ke China juga akan menurun. Begitu juga impor, Indonesia kemungkinan besar akan mengalami kesulitan mengimpor barang dari China karena melambatnya kegiatan produksi China akibat penyebaran virus corona.

Contohnya obat-obatan. Indonesia mengimpor bahan baku dari India dan China. Perlambatan ekonomi China akan membuat industri farmasi Indonesia terdampak. Walaupun begitu, belum bisa dikalkulasi berapa besar dampaknya serta bagaimana respons industri untuk mensubstitusi kebutuhan industri. Belum bisa dikalkulasi juga apakah ekspor Indonesia melambat karena menurunnya konsumsi di China.

Berdasarkan data dari Trade map, pada 2018 nilai ekspor Indonesia ke China mencapai US$ 17,126 miliar dari total nilai ekspor Indonesia senilai US$ 180,215 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke China terus mengalami peningkatan. Pada 2016 dan 2017, nilai ekspor Indonesia ke China masing – masing senilai US$ 16,785 miliar dan US$ 23,049 miliar.

Intervensi terhitung Negatif terhadap Kondisi Ekonomi Nasional

Virus corona merupakan salah satu tantangan utama Indonesia dalam mengawali tahun 2020. Bahkan, virus yang hingga saat ini belum dipastikan penyebabnya tersebut mampu menekan perekonomian Indonesia sebesar 0,1 persen hingga 0,29 persen. Konsensus (analis) mengatakan, virus corona bisa memengaruhi perekonomian kita sebesar 0,1 persen hingga 0,29 persen.

Pengaruh virus corona yang cukup besar terhadap perekonomian RI disebabkan hubungan perdagangan dan pariwisata antara kedua negara yang cukup erat. China merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia, dan setiap tahunnya 2 juta wisatawan China menyambangi RI.

Data Komisi Kesehatan Nasional China menunjukkan, hingga Selasa (4/2) malam, korban meninggal akibat virus corona mencapai 490 jiwa di negara tersebut, dengan 24.324 lainnya telah dikonfirmasi terinfeksi.

Dalam mengantisipasi penularan virus tersebut di dalam negeri, pemerintah pun melakukan langkah-langkah konservatif, seperti melakukan pembatasan penerbangan dari dan ke China per Rabu dini hari, serta melakukan pelarangan impor terhadap hewan hidup.

Serta harapannya pemerintah indonesia terkhsus bidang perekonomiaan mampu mencari solusi lain terhadap pengaruhnya terhadap ekspor masyarakat dan Stabilitas Ekonomi Secara Nasional.

Penulis:
Ketua BEM KEMA FPEB
Kementrian Kajian dan Aksi Strategis BEM KEMA FPEB
Koordinator Forum Mahasiswa Peduli Ekonomi Bangsa

Facebook Comments

Terpopuler

To Top