Coretan

Selingkuh

BAWAKALEM. Stigma buruk, jelek, tidak punya perasaan, tatkala mendengar kata selingkuh. Di belahan bumi manapun, orang sepakat yang berselingkuh dicap nggak baik.

Ku akui, terlebih ketika posisi wanita yang diselingkuhi, rasa sakit dan kecewa biasanya cukup lama sembuhnya. Bagaimana tidak, perasaan dibohongi dan ditusuk dari belakang selalu terngiang ketika ingat kejadian yang mungkin pernah menimpanya.

Baru-baru ini aku sedang asik nonton serial drama yang berbumbu aroma perselingkuhan. Bodo amat itu drama datang dari negeri ginseng, yang paling penting apa makna di balik itu alur cerita.

Oh iyah, aku tidak akan cerita bagaimana kisah perselingkuhan drama di sana. Aku hanya sekedar mengambil hikmah. Itu saja, tidak lebih.

Apabila orang yang pernah berselingkuh, berubahlah. Atau kini sedang menikmati gelora berselingkuh, sudahilah. Seindah apapun berselingkuh, itu hanya sekedar pelangi yang datang ketika hujan.

Bayangkan, ketika rumah tangga orang tua kalian dihinggapi orang ketiga, sakitnya akan luar biasa. Dampak buruk mulai dari anak yang tidak terurus, ekonomi keluarga berantakan, hubungan harmonis? Hemhh jangan diharapkan.

Iyah, ketika akan berselingkuh coba sedikit ingat ke sana. Okeh, jika saat ini kamu masih muda, banyak penasarannya. Apalagi merasa cantik atau tampan dan layak mendapatkan siapapun yang diinginkan. Tapi ingatlah, akan lebih baik jika kalian selalu menanamkan satu hati untuk satu orang.

Sangat sulit menerima ketika ada seorang pria yang sudah berumah tangga, masih berani mencoba dengan wanita lain. Ketika sang isteri menjaga kesetiaannya, anak-anak nya, sang suami tengah asik bersama wanita lain yang datang menawarkan angin surga.

Sebaik apapun sang pria bermain dua dapur, lama atau tidak pasti terungkap juga. Sedalam apapun bangkai yang ditanam, bau amisnya akan tercium pula. Penyangkalan demi penyangkalan, misalnya saja sang isteri mengiyahkan dan mengangguk saja tidak berdaya, sedikit banyak kepercayaan itu terkikis dan bisa jadi hilang.

Begitu juga jika perselingkuhan dilakukan sang wanita, ujungnya berantakan pula hubungannya. Ketika dianggapnya suami tidak bisa memberikan kebahagiaan, sang isteri merasa laki-laki yang ditemuinya kini bisa mencukupi segalanya, ahh itu tidak akan lama. Yang namanya ketika berselingkuh, akan terasa nikmat padahal itu sesaat. Laki-laki pasti akan ada sadarnya, lalu balik ke isteri pertamanya.

Coba ingat lagi, momen-momen ketika bersama. Hal-hal kecil, sederhana, itu berbanding jauh dengan kesenangan sementara. Bosan wajar, cari cara katanya untuk bisa mengobati kejenuhan yang datang kadang tak dinyana. Komunikasi dan mengungkapkan apa yang tengah dirasakan, akan lebih baik, dibanding mengutarakan kepada orang ketiga.

Gan
Bandung, Senin 10 Februari 2020

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top