Warta

Perizinan Satu Atap Menjadi Garda Terdepan Investasi Di Jawa Barat

BAWAKALEM. Rapat kerja Komisi III DPRD Jawa Barat bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PMPTSP) Provinsi Jawa Barat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2019, yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi Ill DPRD Jabar, Jumat (1/5).

Hal yang dijelaskan Dinas PMPTSP salah satunya mengenai indikator target kinerja Dinas PMPTSP di Tahun 2019 yang mengacu pada Indikator Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan selama 2 tahun terakhir (2018-2019) selalu tercapai dan terlihat dari komponen yang mempengaruhinya yaitu tercapainya target realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Selain itu juga, disebabkan besarnya realisasi investasi dari sektor BUMD, BUMN dan Swasta, dikarenakan banyaknya proyek infrastruktur di Provinsi Jawa Barat yang ditunjang dengan pelayanan perizinan yang makin membaik di Kab/ Kota maupun di Provinsi.

Komisi Ill mengapresiasi kinerja Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Barat, dengan nilai indikator PMTB yang sangat baik artinya pengusaha yang melakukan investasi di Jawa Barat berjalan dengan baik, dan berarti Jawa Barat merupakan Provinsi yang bisa menarik para investor sehingga mempercepat pembangunan di Provinsi Jawa Barat.

Atas dasar itulah, Ketua Komisi IIl DPRD Provinsi Jawa Barat, Cucu Sugyati mengatakan, DPRD melalui Komisi l|| menyoroti agar perizinan di Jawa Barat prosesnya harus Iebih dimudahkan lagi, sehingga bisa menarik pengusaha atau calon investor untuk berinvestasi Iebih nyaman lagi di Provinsi Jawa Barat.

Oleh karena itu deflnisi perizinan satu atap harus Iebih di implementasikan lagi dan kedepannya Dinas PMPTSP juga harus melaksanakan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di Jawa Barat ,atas dampak perijinan yang sudah dikeluarkan.

Sehingga pengawasan ini penting untuk proses seleksi bagi perusahaan besar khususnya yang ada di Jawa Barat, dengan kata Iain perusahaan yang ada di Jawa Barat harus berbasis ramah lingkungan.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top