Warta

DPRD Jabar Nilai Data Penerima Bansos Kurang Valid

BAWAKALEM. DPRD Jawa Barat masih menemukan data masyarakat yang terdampak Covid-19 tumpang tindih dan kurang valid. Sehingga ada masyarakat yang sudah meninggal masih masuk daftar yang mendapat bantuan sosial (Bansos).

Selain temuan masyarakat yang sudah meninggal masih terdata seperti di Kelurahan Tegalega Kota Bogor, kata dia, data masyarakat terdampak yang diusulkan RT dan RW tidak semuanya tercover Bansos. Termasuk bantuan presiden maupun Provinsi dan kabupaten/kota.

“Hal ini harus kita antisipasi sehingga tidak terjadi keributan dan kerawanan sosial,” ucap Anggota DPRD Jabar, H Supono, Senin (11/5).

Sementara itu terkait Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), pada periode pertama lalu merupakan fase pemberian edukasi dan peringatan kepada seluruh pihak untuk menaati aturan yang sudah ditetapkan. Pada fase perpanjangan PSBB ini, baru Pemprov Jabar tidak lagi memberikan toleransi.

Pemprov Jabar bersama Polda Jabar dan Kodam Siliwangi bisa menindak pelanggar ketentuan PSBB.

“Makanya saya meminta semua pihak disiplin menaati semua ketentuan PSBB ini,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top