Coretan

Indonesia? Terserah!

BAWAKALEM. Sejak awal kemunculannya, Virus Corona sudah banyak menelan korban meskipun kita tak tahu pasien yang meninggal itu benar-benar meninggal akibat Corona atau penyakit lainnya. Di tengah membeludaknya virus, muncul juga teori konspirasi terkait siapa yang bertanggung jawab atas pandemi yang terjadi.

Tidak berhenti sampai disitu, situasi yang ditimbulkan virus ini juga beragam dari segala aspek yang ada. Mulai dari ekonomi, kita diperlihatkan bagaimana pemerintah yang keteteran dalam menanganinya.

Bukan bermaksud menyudutkan pemerintah tapi, kita disadarkan bahwa Covid-19 ini menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia ini masih tumbuh belum kokoh. Sampai-sampai ada usulan agar BI (Bank Indonesia) mencetak uang, dan banyak media yang memberitakan ini.

Kita juga diperlihatkan kalau perekonomian Indonesia ini secara umumnya adalah UMKM yang patut diperhitungan keberadaannya. Dan sangat panjang kalau dijelaskan satu per satu tentang kondisi ekonomi Indonesia.

Dibidang sosial juga menimbulkan dampak yang begitu besar, bagaimana masyarakat dipaksa harus diam dirumah. Sanggupkah kalian jika disuruh dirumah saja sampai akhir tahun? kalau saya jelas tidak. Hubungan antar manusia secara langsung juga dibutuhkan. Dan situasi ini juga akan menimbulkan kebiasaan baru yang sering disebut the new normal.

Pendidikan juga dituntut untuk bisa dilakukan secara maya atau online. Pasti kalian menyadari bahwa dalam hal pendidikan kita masih banyak kekurangan ditambah kita harus menjalankan pembelajaran secara online. Yang saya pikirkan bukan tentang “wah enak kelas online, kalau ngerjain soal bisa lihat google” tapi yang menjadi kekhawatiran saya adalah jika semua pelajar disegala tingkatan melakukan hal itu dan mereka diminta pertanggung jawaban secara langsung dengan pengajar, kau bisa pikirkan sendiri.

Ya, benar para pelajar dituntut agar bisa mandiri dalam belajar karena para tendik tidak bisa memberika pembelajaran secara langsung dan kita dilatih untuk jujur. Meskipun saya juga suka melakukan hal itu karena terdesak hehe.

Banyak dampak yang ditimbulkan dari virus ini. Tapi apa pemerintah sudah benar dalam menanganinya? sudah tepatkah kebijakan pemerintah? Dan sangat disayangkan sekali pemerintah seperti DPR-RI yang tetap kekeh melaksanakan pengesahan UU minerba yang banyak cacatnya, menaikan beberapa jenis tagihan seperti, BPJS, PBB, pajak dan beberapa kebijakan pemerintah yang kurang tepat kalau dilakukan disituasi sekarang.

Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah dimasa sekarang. Kalian bisa menilai sendiri. Dan kita jadi tahu bahwa masih banyak kok orang baik di negeri tercinta ini. Belum berakhir sampai disana tentang masyarakat Indonesia.

Saat penutupan McD Sarinah beramai-ramai datang meskipun sedang dilakukan PSBB (solah-olah PSBB hanya formalitas). Kamis (14/5) juga terlihat padatnya antrian di Bandara Soekarno-Hatta.

Belum lama ini juga banyak media yang memberitakan tentang surat bebas Corona yang diperjual belikan. Yang melintas dipikaran saya adalah hal ini seperti surat penebusan dosa yang diperjualbelikan agar kita bisa selamat. Tak habis pikir dengan orang-orang yang melakukan tindakan semacam itu.

Dan juga media sosial yang dihebohkan dengan tulisan salah satu petugas kesehatan “Indonesia? terserah!” ini bisa dikatakan sebagai ungkapan kekecewaan terhadap tingakah laku masyarakat Indonesia yang dianggap mengecewakan garda terdepan saat ini.

Dari beberapa pristiwa yang saya tulis banyak, hal yang perlu kita perhitungkan lebih mendalam lagi. Saya sendiri masih sering nongkrong dengan kawan-kawan dengan jumlah yang terbatas dan tetap melakukan protokol kesehatan yang tepat. Banyak berita dari media-media dan perlu diperhatikan juga bahwa kita juga perlu filter dalam membacanya.

Sebagai pengingat terkhusus kepada saya, tetap jaga kesehatan pikiran dan badan kita dan jangan terjebak akan ketakutan yang disebarluaskan.

Penulis:
Iqbal Musthofa
Universitas Islam Bandung
Himpunan Mahasiswa Islam

Facebook Comments

Terpopuler

To Top