Warta

Usai Buat ‘Surat Sakti’ Untuk PPDB, Anggota DPRD Jabar Dadang Supriatna Minta Maaf

BAWAKALEM. Anggota DPRD Jawa Barat Dadang Supriatna akhirnya mengakui telah membuat ‘Surat Sakti’ untuk proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) kepada pimpinan salah satu sekolah di Bandung.

Dadang yang merupakan Anggota Komisi V itu pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas kealpaannya yamg telah membuat surat rekomendasi siswa berkop DPRD hingga mandapatkan sorotan.

“Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyalahgunakan wewenang sebagai anggota DPRD dengan membuat surat rekomendasi tersebut,” ungkap Dadang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6).

Politisi Partai Golkar yang tengah ikut proses penjaringan calon bupati Bandung untuk Pilkada 2020 itu juga berharap Disdik Jabar maupun pihak sekolah yang dituju untuk mengabaikan ‘surat sakti’ yang dibuatnya itu.

“Saya mohon surat itu diabaikan karna sejak awal saya tidak bermaksud mengintervensi penerimaan siswa pada PPDB (tahun ajaran 2020/2021) yang sedang berjalan,” tutur legislator dari dapil Kabupaten Bandung itu.

Semoga kejadian (pembuatan surat sakti) ini, lanjut lelaki yang akrab disapa Kang DS itu menjadi pelajaran bahwa ternyata berniat baik pun harus tetap memperhatikan aturan dan norma yang ada di masyarakat.

“Sebagai manusia biasa, saya sangat menyadari tak bisa luput dari kesalahan dan kealpaan. Semoga permohonan maaf ini dapat diterima semua pihak dan mengakhiri polemik yang berkembang,” tandas DS.

Diberitakan sebelumnya, di masa PPDB tahun ajaran 2020/2021 masyarakat dikejutkan dengan beredarnya ‘Surat Sakti’ yang dikeluarkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dadang Supriatna.

Surat berupa rekomendasi yang ditujukan untuk Kepala Sekolah SMKN 4 Bandung itu bahkan dilengkapi kop resmi DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang ditandatangani langsung oleh Politisi dari Partai Golkar itu.

Sayangnya dalam surat yang diterima wartawan tertanggal 10 Juni tahun 2020 itu, nama, ID akun, dan asal sekolah siswa (yang direkomendasikan Dadang Supriatna) agar diterima di sekolah tujuan ditutup stabilo.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top