Warta

Abdul Hadi Sebut Tiga Problematik Pembelajaran Daring

BAWAKALEM. Pembelajaran daring saat ini menjadi alternatif pembelajaran yang paling efektif di masa pandemi covid-19. Namun pada pelaksanaannya masih menuai kendala.

Wakil Ketua Komisi DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya menyebut, kendala pembelajaran daring ada tiga. Kendala tersebut adalah gawai yang belum semua peserta didik miliki, kuota internet, dan jangkauan sinyal internet.

“Pertama, mungkin bisa pengadaan gawai bagi peserta didik yang belum mempunyainya. Kemudian bisa dipinjamkan dengan perjanjian, jangan rusak bahkan sampai hilang,” ucapnya, Sabtu (15/8).

Selanjutnya, bahwa peserta didik yang memiliki gawai belum tentu juga memiliki kuota internet untuk melaksanakan pembelajaran daring. Hal ini yang sering terjadi di kalangan menengah ke bawah.

Ia mengaharapkan kepada pemerintah jangan sampai menyamaratakan serta harus melihat dari kalangan yang paling bawah terlebih dahulu.

“Kalau satu orang dibantu kuota internetnya misalkan satu orang peserta didik sebesar 250 ribu sebulan, lalu di sekolah ada seribu peserta didik, habis itu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jadi harus dilihat siapa yang berhak mendapatkan, jangan disama ratakan,” katanya.

Selain itu, kendala mengenai jangkaun jaringan sinyal internet, karena di Jabar tidak semua daerah bisa menggunakan fasilitas internet. Menurutnya kendala sinyal internet perlu gerakan dari semua lapisan masyarakat agar mengupayakan adanya fasilitas wi-fi, bukan sekadar di Dinas Pendidikan (Disdik).

“Misalkan di perangkat desa, disitu ada Balai Desa upayakan ada wi-fi gratis, pada jam – jam tertentu dibuka untuk anak – anak sekolah. Tentu dengan pengawasan dengan menerapkan protokol kesahatan. Ini perlu ada gerakan sedekah wi-fi untuk pembelajaran daring, ini akan memudahkan,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan anak adalah tanggung jawab semua, maka semua lapisan masyarakat secara tidak langsung ikut bertanggung jawab atas kelangsungan pendidikan. Lalu Gubernur juga memopulerkan serta menyosialisasikan juga, sehingga semua lapisan masyarakat mau terlibat ke dalam pendidikan.

“Jadi kesulitan – kesulitan tadi bisa terselaikan secara bersama, tidak bisa kalau hanya mengandalkan dana BOS saja. Kesulitan pembelajaran daring adalah tanggung jawab seluruh kompenen masyarakat,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top