Warta

Gelar Webinar, CAC Fakultas Dakwah Ajak Alumni Kolaborasi Dalam Berbisnis

Alumni Fakultas Dakwah Unisba lintas angkatan tengah mengikuti webinar yang digelar oleh CAC Fakultas Dakwah

Facebook Comments

BAWAKALEM. Ajang silaturahmi ditengah pandemi Covid-19 mengaharuskan masyarakat berkomunikasi via daring dengan pemanfaatan teknologi seperti aplikasi zoom.

Seperti halnya yang dilakukan Collaboration Alumni Center (CAC) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba), yang menggelar webinar volume 1 bertajuk ‘The Power of Silaturahmi’, Sabtu (15/8).

Dalam webinar tersebut, diikuti oleh lintas alumni, mulai dari angkatan tahun 1991 hingga 2016.

Salah satu penggagas acara, Ivan Nurdin menyebut, pembentukan CAC Fakultas Dakwah ini untuk memberikan ruang eksistensi dan kolaborasi kepada setiap alumni yang memiliki usaha atau bidang bisnis yang sama.

“Memberikan ruang pengetahuan serta informasi kepada calon alumni atau fresh graduate serta memberikan ruang silaturahmi kepada semua angkatan tanpa sekat,” kata Ivan.

Menurutnya, banyak sektor yang terdampak dari Covid-19 ini salah satunya yakni silaturahmi.

“Maka dibuatlah dulu pertemuan secara webinar. Alasannya karena Covid, minimalisir biaya, mempererat tali silaturahmi kepada alumni yang telah berkontribusi positif di bidangnya masing-masing, dan sosialisasi berkala kepada mahasiswa atau alumni Fakultas Dakwah,” jelasnya.

Kedepannya, kata Ivan, pihaknya akan melakukan reuni setahun sekali tapi produktif. Artinya, penuh dengan sharing seperti gelaran Job Fair, Education Fair, Bazaar, Lembaga Pelatihan, dan lainnya.

“Semuanya dilakukan kerjasama baik kepada alumni ataupun pihak luar. Terkhusus bagi alumni yang ingin membuka Stand Jobfair dan Bazar bisa dilakukan secara profesional yaitu dipungut biaya. Dan itu menjadi roda membuat acara setiap tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Kaprodi Fakultas Dakwah Unisba, Dr. Nia Kuniati mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memang harus ada sebagai wadah komunikasi antar alumni dan dosen dalam memberikan masukan atau kritikan untuk kampus khususnya fakultas.

“Sharing sharing seperti ini sangat bagus. Sehingga saya sebagai kaprodi ketika melihat anda (alumni) sudah memulai karirnya masing masing kami ini perlu masukan masukan dari para alumni. Apasih yang dibutuhkan di masyarakat yang notabene sudah millenial. Apakah masih relevan mata kuliah apa yang harus ditambah atau harus dikurangi,” tandasnya.

Ketua Ikatan Alumni Unisba, Imam Rusydi berbagi pengalamannya saat masuk dalam dunia perbisnisan. Diakui Imam, dirinya sempat menjadi supir angkot selama 2 tahun.

“Saya ini 25 tahun yang lalu, kira kira tahun 1996 saya ini nyupir angkot di Soreang-Kebon Kalapa. Tahun 1994-1996 jadi Senat Unisba 1996-1998 nyupir angkot. Jadi sebelum wisuda saya nyupir angkot dulu 2 tahun,” katanya.

Imam mengatakan, selama 25 tahun berada di dunia bisnis, dirinya bekerja bisa menghabiskan waktu lebih dari 8 jam perhari.

“Selama 25 tahun, saya kerja bukan hanya 8 jam, tapi lebih dari itu. Kalau bisa 24 jam yah 24 jam,” ungkapnya.

Imam pun berbagi tips sukses dalam dunia perbisnisan. Menurutnya, kunci sukses untuk menjadi pembisnis adalah dengan rajin membaca buku.

“Rajin rajin lah baca buku. Sepeti bukunya Chairul Tanjung, Bob Sadino, juga Rusdi Kirana, dia ini orang China yang bosnya LionAir,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top