Warta

Sektor Pertanian Kian Merosot, DPRD Jabar: Pemprov Harus Segera Atasi

BAWAKALEM. Harga penjualan hasil bumi kian merosot di tengah pandemi Covid-19. Pemprov Jabar diminta menyiapkan strategi untuk meningkatkan kembali komoditas pertanian.

Anggota Komisi III DPRD Jabar, Edi Rusyandi mengatakan, berdasar data yang dihimpun dari sejumlah pasar induk dan juga keluhan petani. Nyaris semua harga penjualan dari hasil pertanian, adapun itu seperti burkol, timun, jamur, acar, brukoli, lejet, paprika, tomat bahkan kangkung merosot.

Ia menyebutkan, harga semula Burkol dari Rp6ribu sekarang menjadi Rp1.000, ketimun Rp5.000 jadi Rp 1.000, jamur Rp12ribu jadi Rp5 ribu, acar Rp 2500-5000 jadi Rp500, brukoli dari Rp9.000-15.000 hanya Rp2500, labu siam dari Rp 600-1000 menjadi Rp 200/biji.

Lanjutnya, paprika merah yang biasanya berharga di kisaran Rp35-50 ribu jadi Rp25.ribu/kg, paprika kuning Rp40 ribu-50 ribu, hanya Rp25 ribu/kg, paprika hijau Rp30 ribu-40 ribu hanya 20 ribu/kg terakhir, tomat biasanya Rp5ribu-7 ribu kini hanya 1500/kg.

“Bahkan kangkung ada yang tidak terjual oleh petani,” ujarnya, Senin (17/8).

Menyikapi hal itu, Edi mendorong Pemprov Jabar harus turun tangan memberikan solusi atas permasalahan merosotnya harga komoditas pertanian ini.

Pihaknya melihat selama masa pandemi ini, belum tampak hadirnya Pemprov Jabar terhadap nasib para petani. Menurutnya sektor pertanian Jabar terbilang cukup tangguh menghadapi pandemi ini dan berkontribusi menjaga pertumbuhan ekonomi ditengah lumpuhnya sektor yang lain, sektor pertanian hanya terkoreksi 0,9 %.

“Berbeda jauh dengan sektor jasa dan manufaktur yang mengalami persentase penurunan pertumbuhan hingga 7,2% menjadi 2,4 %,” ujarnya.

Menurut Edi, terjun bebasnya komoditas pertanian diakibatkan oleh kelirunya skema bansos berupa sembako yang merusak pasar petani. Beda halnya jika bansos menggunakan skema uang tunai, daya beli masyarakat akan relatif terjaga.

Selain itu, ditambah dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)yang dampaknya dirasakan langsung oleh petani dan buruh tani.

Untuk mengembalikan nilai jual produk pertanian, Pemprov Jabar harus segera membuat program yang fokus untuk sektor pertanian dan memperhatikan nasib para petani dari Pemprov Jabar. Ada rumusan yang jelas kaitannya dengan kebijakan ketahanan pangan dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan pasca pandemi ke depan.

“Saya harap Pemprov setidaknya sudah ada solusi atau langkah strategis untuk mengatasi komoditas pertanian yang merosot ini,” tambahnya,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top