Warta

Realokasi Anggaran POP Untuk Para Pelaku Pendidikan

BAWAKALEM. Dibatalkannya dana Program Organisasi Penggerak (POP) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, yang sebelumnya diproyeksikan untuk para pekerja seni. Kini dana itu akan direalokasikan untuk para pelaku pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengatakan, bahwa keputusan Mendikbud sudah baik dan sudah ke dalam koridor yang benar. Walaupun diawal kemunculan program tersebut sangat kontroversial.

Menurutnya, strategi yang diambil oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bagus, rencana awalnya di tutup kemudian baru direalokasikan. Memang lebih baik anggaran pop yang besar itu bisa dimanfaatkan ke pendidikan. Karena saat ini memang dunia pendidikan menemui banyak kendala dalam pelaksanaanya.

“Jadi secara halus mengakui kesalahan,” ucapnya, Jumat (28/8).

Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini sudah ada edaran bagi semua Kepala Sekolah untuk mengdata nomor peserta didik dan pendidik untuk diserahkan ke Kemendikbud. Kemudian ia menambahkan, arahnya memang sudah benar tapi harus lebih sistematis lagi karena persoalannya bukan sekadar pulsa internet.

“Tetapi harus melihat juga dari sisi gawai dan jaringan sinyal,” imbuhnya.

Kendati demikian, Gus Ahad sapaan akabranya menambahkan, keputusan Mendikbud baru tahap awal dan baru mengurangi masalah, dalam artian belum menyelesaikan masalah.

“Jadi butuh kerja sama dengan pihak lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk jaringan sinyal,” pungkas Gus Ahad.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top