Warta

Kurikulum Dan Pendidik Harus Dikukuhkan Untuk Pembelajaran Daring

BAWAKALEM. Pembelajaran daring menyisakan sejumlah persoalan pada penerapannya. Selain infrastruktur penunjang, kurikulum dan kesiapan para pendidik menjadi persoalan dalam pembelajaran daring.

Wakil Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengemukakan, kurikulum saat ini yang dipakai belum peruntukkan pembelajaran daring. Karena itu, kurikulum perlu disesuaikam dengan kondisi yang terjadi.

Mengingat ada pembelajaran yang memang sulit dilakukan secara daring. Ia mencontohkan, betapa susahnya mengajarkan sikap warga negara yang baik melalui daring.

“Gimana caranya? Kalau pembelajaran tersebut tidak dilakukan langsung,” imbunya, Selasa (1/9).

Dengan itu, kata Gus Ahad sapaan akabranya, perlu kurikulum yang disesuaikan. Artinya perlu melibatkan ini para ahli pendidikan.

“Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) semua seharusnya ikut merumuskan. Ini perlu sebuah mobilisasi,” ucapnya.

Kendati demikian, dirinya menilai penyusunan kurikulum bukan merupakan pekerjaan yang sederhana. Selain itu, kesiapan pendidik untuk melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum secara daring perlu disiapkan secara matang.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top