Warta

DPRD Tunggu Usulan Perubahan APBD Pemprov Jabar Untuk Pendidikan

BAWAKALEM. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah bekerja sama dengan operator telekomunikasi perihal kuota internet untuk pendidikan. Kerjasama tersebut akan menggratiskan untuk bulan pertama, lalu setelahnya dikenakan tarif lima ribu rupiah perbulan.

Namun ada rencana untuk menggratiskan sampai bulan desember, setelah kerjasama disetujui oleh kedua belah pihak.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V, Abdul Hadi Wijaya mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembahasan dengan Pemprov terikait rencana tersebut, namun belum ada keputusan. Kemungkinan keputusan di hari Senin tanggal 7 september 2020.

“Jadi Pemerintah Provinsi akan mengusulkan tentang bagaimana pembayaran kuota internet untuk para peserta didik,” kata Gus Ahad sapaan akrabnya, Jumat (4/9).

Kemudian, jelas Gus Ahad, anggaran yang dibutuhkan untuk menggratiskan kuota internet peserta sampai bulan desember diperkirakan sekitar 48 milyar. Hal tersebut akan diajukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk pengadaan kuota internet.

“Kalau 5 ribu dikalikan 3,25 juta kemudian di kali 3 bulan, ada sekitar 48 milyar,” jelasnya.

Menurutnya, belum terlambat untuk dimasukan ke perubahan APBD tahun 2020. Selain itu, pihak yang terkait juga harus melihat skala prioritas terlebih dahulu sebelum mengubah APBD.

“Prioritasnya sebesar apa, tapi pihak kami masih menunggu usulan dari Pemprov,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top