Warta

DPRD Jabar Minta Biro Inventasi Kaji Ulang Master Plan

BAWAKALEM. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) meminta ke pihak Biro Investasi untuk melakukan kajian master plan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di tengah pandemi.

Menurut anggota komisi IV DPRD Jabar, Hasbullah Rahmat, pihaknya perlu menyampaikan kepada bio investasi terhadap BUMD yang ada di Jabar, termasuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Hal tersebut perlu dilakukan agar BUMD mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Mereka harus berhitung ulang core bisnisnya, antara pengeluaran dan pemasukannya,” tuturnya, Kamis (10/9).

Hasbullah memaparkan, hal tersebut perlu dilakukan agar pada setiap tahunnya tidak terjadi penumpukkan beban sindikasi perbankan dan operasional. Kalau hal tersebut tidak segera dilakukan pengkajian ulang akan berpengaruh terhadap penyertaan dan penanaman dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

“Menjadi tidak ada artinya, kalau hanya untuk membayar hutang,” paparnya.

Di DPRD Jabar bankas 7 untuk penyertaan modal, setelah dihitung diperubahan dan murni Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mencapai angka 100 miliar.

“Harapan kami kalau itu disetujui oleh dewan, tentu pihak BIJB harus mampu berkratif untuk mampu mengelola tanpa bergantung penyertaan modal lagi,” pungkasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top