Warta

Fasilitas Rusak, Sekwan DPRD Jabar: Biaya Perbaikan Tidak Besar

BAWAKALEM. Pasca demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker), terlihat beberapa fasilitas gedung DPRD Jabar mengalami kerusakan. Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan, perbaikan gedung tidak menghabiskan anggaran yang besar.

Kepala bagian (Kabag) Setwan DPRD Jabar, Doddy Sukmayana menjelaskan, anggaran yang dipergunakan untuk memfasilitasi aksi masa soal UU Ciptaker tidak banyak. Demonstrasi yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa, bergulir selasa (6/10) hingga jumat (9/10).

“Itukan sudah ada pos posnya, pos anggaran pengamanan dalam dan pos anggaran pengamanan luar,” ujarnya, Jumat (9/10).

Menurutnya, biaya kerusakan tidak besar karena tidak banyak yang perlu diperbaiki, hanya las pagar yang patah sekaligus dilakukan pengecatan. Berbeda dengan demonstrasi tahun lalu yang mengharuskan penggantian pagar gedung DPRD Jabar.

“Pintu gerbang sekarang lebih aman karena tembok penanam pagarnya, sudah tidak ada trapnya lagi,” tuturnya.

Soal biaya makan, imbuh Doddy, ditanggung bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dikarenakan lokasi demonstrasi berdekatan. Pada hari pertama biaya makan petugas pengamanan sekitar 650 nasi boks lalu hari kedua 650 nasi boks.

“Tanggung bersama yang dimaksud di atas, kalau nasi boks yang dikeluarkan 650, maka Pemprov beli 325 dan DPRD Jabar juga beli 325,” imbuhnya.

Kemudian, biaya makan pada hari ketiga jumlahnya jauh daripada jumlah pada hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga jumlahnya mencapai dua ribu nasi boks dikarenakan ada BKO (bawah kendali operasi). BKO dari Bali dan Kalimantan.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top