Warta

Pajak Kendaraan Melemah, PAD Jabar Menderita

BAWAKALEM. Tidak tercapainya target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di tahun 2020 berdampak pada Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat (PAD Jabar).

Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) membuat program yang mampu menstimulus PKB.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar, Sugianto Nanggolah menjelaskan, PKB menjadi komponen yang paling berkontribusi terhadap PAD di Jabar. Ketika perolehan PKB mengalami penurunan akan sangat berpengaruh terhadap PAD.

“PKB turun lebih dari 50 persen, sedangkan PAD lain seperti bagi hasil dan lainnya sebagainya masih sama,” jelas politisi asal fraksi Demokrat itu, Selasa (20/10).

Jika pihak Bapenda memberikan program untuk menstimulus PKB, pada pelaksanaannya harus diiringi dengan stimulus ekonomi dengan tujuan meningkatkan daya beli masyarakat serta akselerasi pertumbuhan ekonomi, tambah Sugianto. Sehingga, masyarakat memiliki kemampuan membayar pajak namun tidak memberatkan.

“PKB paling turun karena banyak yang tidak membayar. Harus ada stimulus pertumbuhan ekonomi bisa memberikan daya ungkit masyarakat membayar pajak,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam APBD 2020 PAD Provinsi Jabar turun sekitar Rp 4,2 triliun atau dari yang diproyeksikan sekitar Rp 25 triliun menjadi Rp 21 trilun, sebelum adanya anggaran PEN. Dari komponen PAD tersebut, PKB yang diproyeksikan sekitar Rp11 trilun turun menjadi Rp 9,6 triliun atau turun sekitar Rp2 triliun.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top