Warta

DPRD Tanyakan Dana Hibah Untuk BKKBN Jabar Dari Pemprov

BAWAKALEM. Pada tahun anggaran 2019 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memberikan dana hibah senilai Rp 27,3 miliar ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar.

Atas hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar mempertanyakan sejauh mana manfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap dana hibah tersebut.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengatakan, dana hibah yang diberikan untuk BKKBN merupakan hal yang rutin. Bahkan sejak kepemimpinan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, memberikan dana hibah meski BKKBN masuk masuk ke unsur Pemerintah Pusat.

“BKKBN itukan unsur pemerintah pusat, ya. Tetapi diizinkan untuk diberikan hibah,” ucap Gus Ahad, sapaan akrabnya, Selasa (27/10).

Ia menyebut, dana tersebut diperuntukan bagi tim pendamping desa dan tim pendamping kelurahan.

“Mereka merupakan tenaga yang direkrut BKKBN guna melancarkan sosialisasi dan penanganan KB, seperti pemasangan alat kontrasepsi, penanganann ketika ada kebijakan baru dan sebagainya,” katanya.

“Ini sudah berjalan, saya sih optimis ya. Pos penyampaiannya by name by addres itu sudah ada. Namun, bila terdapat petugas yang mengundurkan diri, meninggal dunia, tinggal update aja,” tambahnya.

Penyerapan dana hibah tersebut tidak ada masalah mengingat program tersebut, bukan diusulkan setelah dananya datang, tetapi sudah dirancang sejak pengajuan di APBD. Adapun yang menjadi tolok ukur keberhasilan program tersebut ketika pekerjanya sudah jelas.

“Program ini kan orang-orangnya sudah jelas, ya. Ketika honornya bisa sampe, kami sudah selesai gitu,” ujarnya.

Menurutnya, dan tersebut diperuntukan bagi ribuan pekerja profesional, dalam tanda petik fungsional. Jadi orang yang secara de facto banyak membantu membantu, karena Jabar menjadi provinsi dengan jumlah peserta KB terbesar.

“Berkat dedikasi mereka, kami mengusulkan agar honor tambahan para fungsional ini dinaikkan,” ungkapnya.

Namun, beberapa waktu lalu dalam pembahasan belum ada keputusan, karena masih ada yang lebih diprioritaskan. Ia mengusulkan di tahun mendatang ada peningkatan intensif dan profesionalitas kerjanya lebih bagus.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top