Warta

Masalah Komunikasi Terkait Lahan Kritis, DPRD Jabar: Itu Permasalahan Klasik

BAWAKALEM. Persoalan lahan kritis memang tidak bisa dianggap permasalahan sepele, karena dapat mengakibatkan berbagai bencana alam.

Oleh karena itu, DPRD Jabar ke depannya akan membuat Panitia Khusus (Pansus) Aset, guna menangani permasalahan lahan kritis di Jabar.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Kusnadi mengungkapkan, komunikasi dan koordinasi mengenai lahan kritis oleh pihak terkait menjadi permasalahan klasik. Akan tetapi, pihaknya tidak menampik bahwa pemerintahan masih dan sedang berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kemarin Perdanya sudah ada, akan tetapi kami melihat situasi makin ke sini makin repot, sehingga ke depannya perlu dibentuk Pansus Aset,” ucap Kusnadi, Kamis (5/11).

Namun, masyarakat pun turut aktif dalam membuat lahan kritis di Jabar timbul, di sisi lain Pemprov Jabar telah berusaha dengan maksimal namun partisipasi dari masyarakat kurang. Sehingga, diperlukan kesadaran dari semua pihak agar lahan kritis di Jabar tidak terus bertambah luas wilayahnya.

“Kalau sekarang kami berbicara itu dan ini susah juga,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya akan segera mencari solusi penyadaran masyarakat supaya lahan kritis tidak terus bertambah. Selain itu, pihak Pemprov Jabar mengiringinya dengan program yang baik guan mengatasi lahan kritis.

Sebelumnya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar mengungkapkan, lahan di Jawa Barat dalam kondisi kritis. Lahan kritis tersebut mencakup 700 ribu hektar di luar kawasan hutan dan 200 ribu hektar dalam kawasan hutan.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top