Warta

Dana Hibah Dengan Nominal Fantastis, DPRD: Berdasarkan Kesepakatan Bersama

BAWAKALEM. Dana hibah untuk Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) BPMU senilai Rp 31,5 miliar telah diterima Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Jabar. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan antara Pemprov dengan DPRD Jabar pada tahun anggaran 2019.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengatakan, total belanja di bidang pendidikan nominalnya kurang lebih Rp 700 miliar. Dana hibah tersebut diperuntukan bagi sekolah swasta SMA, SMK, dan SLB serta madrasah aliyah swasta maupun negeri di Jabar.

“Ya, ini direalisasikan bahwa ini kemudian jadi belanja sekolahnya banyak dari PGRI. Kita harus adil dengan yang sudah diputuskan. Kesepakatan tentang pos anggaran hibah BPMU itu,” ucap Gus Ahad, sapaan akrabnya Selasa (10/11).

Selain itu, dana tersebut juga disalurkan dalam bentuk gaji bagi guru swasta maupun honorer serta keperluan lainnya. Sehingga bantuan dana hibah dari Pemprov Jabar sangat porposional, oleh karena itu pada tahun anggaran 2020 per siswa akan mendapatkan Rp 550.000 per tahun.

“Hal tersebut dikarenakan lembaga PGRI punya sekolah yang jumlahnya banyak diseluruh kabupaten/kota di Jabar,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, jika pada satu sekolah terdapat 100 siswa kemudian dikalikan Rp 550.000 maka sekolah tersebut akan mendapatkan dana sebesar Rp 55 juta.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian Pemprov Jabar di bidang pendidikan, khususnya bagi sekolah swasta.

“Nanti kita lihat dilampiran Pergub ada jumlah sekolah ini berapa. Itu sangat transparan. Menapa banyak? Karena sekolahnya banyak juga,” ungkapnya.

“Kalau biaya untuk gurunya juga banyak ada hitung-hitungannya semua. Iya, itu namanya anggaran seperti itu, sudah disepakati dan harus dijalankan,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top