Warta

DPRD Jabar Minta Pemprov Kerja Keras Tekan Angka Kematian Covid-19

BAWAKALEM. DPRD meminta Pemprov Jabar perlu bekerja keras untuk menekan angka kematian serta meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19. Sebab, sebaran Covid-19 kini telah masuk ke klaster keluarga.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah mengatakan, banyaknya klaster keluarga, berarti orang tua yang selama ini terjaga keamanannya di rumah kini terancam oleh penularan dari anggota keluarga yang berusia lebih muda, yang kembali beraktivitas di masa adaptasi kebiasan baru (AKB).

Ia mencontohkan, sebelum pemberlakuan AKB di Kota Bandung, total kematian 30 jiwa, namun saat AKB diberlakukan angka kematiannya bertambah menjadi 91 jiwa per Minggu (8/11).

“Orang yang kita lindungi banyak kena sekarang. Kalau orang mudanya yang tertular, tinggal diisolasi dengan mengonsumsi makanan bergizi, bisa sembuh. Tapi kalau orang tua akan repot,” ucap Siti, Kamis (12/11).

Saat ini, angka kematian akibat Covid-19 di Jabar mencapai 761 jiwa, penambahan per harinya beragam, 2 pasien meninggal pada Minggu (1/11). Kemudian pada Senin (2/11) kasus kematiannya bertambah menjadi 11 jiwa, dan selanjutnya secara berurutan bertambah 5 kasus, 15 kasus, dan 9 kasus setiap harinya.

“Saya melihat dan berharap angka Covid-19 terus melandai, ya. Selain itu, juga harus mewaspadai kenaikan kasus kematian yang tergolong cukup tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan, pihaknya mengkhawatirkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jabar yang hingga kini perencanannya masih belum matang. Pasalnya, vaksin tersebut masih simpang siur, mulai dari siapa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

“Kemudian melihat yang sudah divaksin dampaknya seperti apa, masih belum jelas,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah segera merencanakan vaksinasi tersebut dengan baik, tidak hanya mengabarkan mengenai perihal waktu dan jumlah vaksin yang akan diberikan. Pihaknya menginginkan klarifikasi yang jelas dari pemerintah, tak hanya menyampaikan kabar sebentar lagi akan dilakukan vaksinasi.

“Sebanyak sekian juta itu untuk siapa saja, evaluasi seperti apa, karena semuanya ini masih gelap,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top