Warta

DPRD Jabar Sebut Dana Rehabilitasi Sosial Untuk Rutilahu Masih Belum Cukup

BAWAKALEM. Anggaran untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) 2020 di Jabar dinilai masih dari kata cukup. Hal tersebut dikarenakan pada anggaran tahun 2020 per unit rumah hanya mendapatkan Rp 17,5 juta.

Anggota DPRD Jabar Komisi IV, Jajang Rohana mengungkapkan, anggaran sebesar Rp 17,5 juta per unit belum bisa menghasilkan rumah yang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Namun, hal tersebut dapat terealisasikan jika ada tambahan biaya pembangunan pribadi.

“Rutilahu ini kan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yah. Dana yang dianggarakan Itu kan tidak cukup. Berarti harus ada dana swadaya atau pribadi untuk menyelesaikan kekurangan itu,” ucap Jajang, Kamis (12/11).

Ia menilai anggaran Rutilahu pada tahun 2021 perlu dinaikan menjadi Rp 40 juta perunit, agar masyarakat yang mendapatkan mampu mendirikan rumah yang layak huni.

Pasalnya, jika tidak masyarakat yang mendapatkan bantuan rutilahu tidak memiliki dana pribadi akan mengalami hambatan untuk menyelesaikan rumahnya.

“Tapi kalau pemeriksaan harus selesainya dengan Rp17,5 juta. Bukan artinya harus memenuhi syarat standar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jajang menjelaskan, saat melakukan kunjungan ke beberapa daerah, ditemukan ada beberapa rumah yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan Rutilahu tersebut.

Namun, di sisi lain ada rumah yang pantas untuk mendapatkan bantuan tetapi tidak bisa dibangun karena tidak memiliki jaminan swadaya dan dana pribadi untuk tambahan pembangunan.

Pihaknya berharap, untuk kedepannya bantuan tersebut tidak hanya memprioritaskan kuantitas, namun juga mengedepankan kualitas rumah yang dibangun. Sehingga, masyarakat yang mendapatkan bantuan dapat memiliki rumah hunian yang layak dengan struktur bangunan yang kokoh.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top