Warta

KPK Selidiki Ruang Kerja ARM, DPRD Jabar: Hanya 4 Ruangan Saja

BAWAKALEM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki ruang kerja Abdul Rozaq Muslim (ARM) di Gedung DPRD Jabar sebagai tindak lanjut dari penetapan ARM sebagai tersangka oleh KPK.

Hal itu dilakukan KPK setelah sebelumnya menggeledah rumah ARM di Desa Karangampel Kidul Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, Rabu, (2/12) lalu.

Kabag Humas dan Protokol DPRD Jabar, Yedi Sunardi mengungkapkan, ada beberapa ruang yang diperiksa oleh petugas KPK. Setelah melakukan penyidikan para petugas membawa berkas yang jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Ruangan yang digeledah 4 ruangan, saya sebut 4 ruangan saja,” ucap Yedi di Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (3/12).

Lebih lanjut, Yedi menjelaskan, secara formal hal tersebut memang ada penggeledahan yang dilakukan oleh petugas KPK. Akan tetapi, hal tersebut sifatnya masih rahasia sebab itu penyidikan dan pihaknya tidak memiliki kewenangan atas hasil penyidikan.

“Tadi saya sempat bertanya kepada petugas, bagaimana jika wartawan bertanya? Akan tetapi mereka menyebut bukan kewenangan bapak untuk menjawab tapi tanya saja ke KPK begitu,” jelasnya.

“Pemeriksaan dilakukan dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Adapun petugas yang datang berjumlah tujuh orang penyidik dari KPK,” tambahnya.

ARM ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penerimaan hadiah dari dari mantan Kepala Desa Carsa, yang divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, karena melakukan tindak pidana korupsi suap pada Bupati Indramayu‎, Supendi. Dalam kasus tersebut ARM diduga menerima sejumlah uang dengan total Rp 8,5 miliar.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top