Warta

Pembangunan Kolam Retensi Dinilai Sebagai Solusi Banjir Dan Bantu Pertanian

BAWAKALEM. Wilayah Baleendah dan Dayeuh Kolot yang seringkali dilanda banjir. Kini mulai mendapatkan solusi nyata dari Pemprov Jabar dengan dibangunnya kolam retensi Andir guna menjadi solusi bencana banjir tahunan itu.

Sekretaris Komisi IV DPRD Jabar, Buky Wibawa Karya Guna mengungkapkan, pada prinsipnya DPRD Jabar memerhatikan kepentingan masyarakat luas. Sebab, masyarakat yang tinggal di bibir Sungai Citarum seringkali dilanda bencana alam banjir.

“Saya kira hal tersebut menjadi langkah yang positif dari pihak terkait. DPRD pasti mendukung secaara penuh upaya mengatasi banjir,” ungkapnya, Sabtu (12/12).

Selain menjadi solusi banjir, kolam retensi tersebut juga diproyeksikan menjadi ruang pemenuhan air bagi sektor pertanian dan masyarakat di Kabupaten Bandung. Pasalnya, bencana yang terjadi di Jabar seringkali disebabkan oleh volume debit air yang tinggi.

Kendati demikian, pembangunan kolam retensi tersebut juga harus diiringi dengan program pembinaan terhadap masyarakat, guna meningkatkan kesadaran tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, sungai merupakan sungai menjadi sumber kehidupan yang patut dijaga kebersihannya, demi keberlangsungan hidup.

“Saya menghimbau kepada pengusaha yang bergerak di sektor industri tekstil misalnya, yang seringkali membuang limbah-limbah ke sungai,” ungkapnya.

Dengan demikian, kata Buky, upaya engenering serta pembinaan harus dilakukan secara bersamaan, sehingga pengendalian banjir di Kabupaten Bandung dapat segera diatasi. Ia juga berharap, pembangunan kolam retensi Andir dan polder-polder dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top