Warta

Perluas Kiprah Alumni Untuk Agama Dan Bangsa, IKA-PPI Pajagalan Bandung Siap Dilantik

BAWAKALEM. Ikatan Alumni Pesantren Persatuan Islam (IKA-PPI) Pajagalan Bandung akan menggelar pelantikan pengurus dan Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) I yang bertempat di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Sabtu (29/5) besok.

Rencananya, ada sebanyak 50 alumni terbaik sebagai pengurus IKA-PPI Pajagalan Bandung yang akan berkiprah melalui 8 bidang serta 22 divisi. Dengan mengangkat tema ‘Menegaskan Peran, Meluaskan Kiprah IKA-PPI Pajagalan Bandung untuk Agama dan Bangsa’.

“Hal ini tentunya sebagai ikhtiar untuk memastikan soliditas bahkan kualitas alumni PPI Pajagalan Bandung berkesesuaian dengan cita dan kiprah para pendiri dan tokoh-tokoh pendahulu Persatuan Islam yang mengambil andil untuk kemurnian agama dan kemajuan bangsa indonesia,” kata Ketua Umum IKA-PPI Pajagalan Bandung, Deni Saeful Bukhari dalam keterangannya, Jumat (28/5).

Deni menjelaskan, Pesantren Pajagalan Bandung ini merupakan cikal bakal dari lahirnya ratusan Pesantren Persis se-Indonesia.

Tak hanya itu, Pesantren Pajagalan Bandung juga menjadi madrasah utama lahirnya para ulama dan pendidik yang mengabdi serta mengembangkan dakwah Islam selepas purna tugas pendidikan mereka di pesantren.

“Bahkan Ketua Umum Persatuan Islam hari ini (KH. Aceng Zakaria), yang juga pemimpin pondok Pesantren Persis 99 Rancabango, Kabupaten Garut merupakan jebolan PPI Pajagalan Bandung tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Pesantren Pajagalan Bandung ini juga merupakan pesantren pertama yang menerapkan bentuk klasikal. Dimana saat itu umumnya pesantren menerapkan sistem sorogan dan bandongan/wetonan.

Bahkan, pesantren yang dirintis pada tahun 1936 oleh A. Hassan yang merupakan guru besar Persis dan para muridnya ini juga mengajarkan ilmu-ilmu alam serta ilmu pendidikan/keguruan (pedagogik).

“Konsep yang hari ini kita kenal diterapkan di berbagai pesantren modern telah dilakukan oleh PPI Pajagalan Bandung jauh sebelum kemerdekaan,” sebutnya.

Disamping itu, berbicara mengenai kemerdekaan bahwa para pendiri Pesantren Pajagalan Bandung saat itu meyakini bahwa ilmu adalah senjata melawan penjajahan. Baik penjajahan budaya yang mereduksi ajaran-ajaran agama terlebih lagi penjajahan bangsa yang merenggut hak asasi manusia untuk merdeka.

“Aspek inilah yang seyogyanya mesti terus dipertahankan baik oleh lembaga pendidikan maupun para lulusannya yang menghidmatkan diri melalui ilmu ditengah masyarakat,” ucapnya.

Menurut Deni, berdasarkan sejarah penting dan kiprah yang luas tersebut peran ikatan alumni menjadi begitu sentral guna menjaga cita dan melanjutkan perjuangan para pendiri Pesantren Pajagalan Bandung.

“Hadirnya IKA-PPI Pajagalan Bandung ini bukanlah suatu keterlambatan namun adalah bentuk penegasan, karena jika ditanyakan apakah kontribusi alumni PPI Pajagalan Bandung untuk bangsa, cukuplah untuk melihat ratusan Pesantren Persis yang berdiri hari ini serta ratuan ribu lulusannya yang berdaya bagi umat dan masyarakat,” tururnya.

Maka, lanjut Deni, hadirnya IKA-PPI Pajagalan Bandung merupakan transformasi kiprah alumni dalam bentuk yang lebih menyesuaikan dengan kebutuhan zaman saat ini.

Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat 51 angkatan dari tahun 1969 yang masih eksis dengan ragam profesi dan potensi.

“Ini adalah modal yang begitu besar dalam upaya transformasi alumni menjadi ikatan alumni Pesantren Pajagalan Bandung,” tandasnya.

Facebook Comments

Terpopuler

To Top